HEADLINEKARHUTLAKESEHATANNASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAHPOLITIK

Faridawaty Minta Obat ISPA dan Masker Dipastikan Tersedia

8
×

Faridawaty Minta Obat ISPA dan Masker Dipastikan Tersedia

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Meningkatnya sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Hj. Faridawaty Darland Atjeh. Ia meminta pemerintah daerah memastikan seluruh fasilitas kesehatan berada dalam kondisi siap, terutama terkait ketersediaan obat-obatan, perlengkapan medis, serta dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

Menurut Faridawaty, kondisi kualitas udara yang menurun berpotensi memicu meningkatnya kasus gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan seluruh kebutuhan kesehatan tersedia dan dapat diakses masyarakat tanpa kendala. “Ketersediaan obat-obatan untuk ISPA, vitamin, hingga bantuan logistik kesehatan seperti masker gratis harus dipastikan aman dan terdistribusi secara merata, terutama di daerah-daerah yang kondisi paparan asapnya cukup pekat,” katanya, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, kesiapan tersebut tidak hanya difokuskan pada rumah sakit, tetapi juga harus menjangkau puskesmas, puskesmas pembantu, hingga pos pelayanan kesehatan di wilayah yang mengalami paparan asap cukup tinggi. Dengan demikian, pelayanan medis dapat tetap berjalan optimal apabila jumlah masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan meningkat.

Faridawaty menilai kesiapan layanan kesehatan menjadi langkah penting dalam meminimalkan dampak kabut asap terhadap masyarakat. Selain memastikan stok obat-obatan mencukupi, fasilitas kesehatan juga perlu memiliki persediaan tabung oksigen, vitamin, alat pelindung diri, serta perlengkapan medis lain yang dibutuhkan selama kondisi darurat asap berlangsung.

Baca Juga  Pelatihan Video Content Creator Dorong Literasi Digital Masyarakat Palangka Raya

Ia juga menaruh perhatian terhadap kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Menurutnya, kelompok tersebut memerlukan perlindungan dan pemantauan kesehatan yang lebih intensif.

“Kita minta seluruh dinas kesehatan, rumah sakit daerah, hingga puskesmas di tingkat kecamatan dan desa untuk bersiap penuh. Pelayanan kesehatan harus dimaksimalkan, jangan sampai ada warga yang membutuhkan penanganan medis akibat dampak kabut asap ini terhambat pelayanannya,” ujarnya.

Selain memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan, Faridawaty meminta pemerintah daerah memperluas distribusi masker gratis kepada masyarakat, terutama di kawasan dengan aktivitas publik yang tinggi. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya mengurangi risiko paparan partikel asap yang dapat mengganggu kesehatan.

Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kabut asap juga perlu terus dilakukan. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, sementara mereka yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diharapkan menggunakan masker sebagai bentuk perlindungan diri.

Baca Juga  TPAKD Kalteng Evaluasi Capaian Program Dorong Ekonomi Daerah

Menurut Faridawaty, sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci agar dampak kabut asap dapat diminimalkan. Kesiapan sejak dini akan membantu pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang membutuhkan layanan medis.

Ia berharap seluruh kebutuhan kesehatan, mulai dari obat-obatan, tabung oksigen, vitamin, perlengkapan medis, hingga distribusi masker gratis, dapat tersedia secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah yang terdampak karhutla dan kabut asap sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga selama masa bencana. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts