HEADLINEKESEHATANNASIONAL

BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat Berkelanjutan

14
×

BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – BPJS Kesehatan mengajak masyarakat membudayakan pola hidup sehat melalui berbagai upaya promotif dan preventif sebagai bagian dari penguatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Health Fun Run yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Kegiatan yang diikuti berbagai komunitas lari itu menjadi sarana edukasi sekaligus kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. BPJS Kesehatan menilai keberhasilan Program JKN tidak hanya diukur dari layanan kesehatan yang diberikan saat masyarakat sakit, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mencegah penyakit.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan Program JKN dibangun atas semangat gotong royong yang tidak hanya berfokus pada perlindungan kesehatan ketika peserta membutuhkan pelayanan medis, tetapi juga memperkuat berbagai upaya pencegahan agar masyarakat tetap sehat dan produktif.

“Program JKN dibangun atas semangat gotong royong. Karena itu, kami tidak hanya berupaya memberikan perlindungan kesehatan saat masyarakat membutuhkan layanan, tetapi juga terus memperkuat berbagai upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat dan produktif,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).

Menurut Prihati, hingga 1 Juni 2026 jumlah peserta JKN telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. Capaian tersebut didukung oleh 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 3.221 rumah sakit dan klinik utama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia sehingga akses pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa penguatan program promotif dan preventif menjadi langkah penting untuk menekan peningkatan kasus penyakit tidak menular, terutama pada kelompok usia produktif. Data BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2025 lebih dari 79 juta peserta JKN telah mengikuti Skrining Riwayat Kesehatan.

Baca Juga  Momentum Ramadan, Disdik Kalteng Resmikan Program Pendidikan Prioritas

Dari jumlah tersebut, sekitar 23 juta peserta teridentifikasi berisiko mengalami hipertensi dan sekitar 17 juta peserta berisiko menderita diabetes melitus. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya deteksi dini dan perubahan perilaku hidup masyarakat agar berbagai risiko penyakit dapat dicegah lebih awal.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga mencatat lebih dari 400 ribu peserta JKN berusia di bawah 45 tahun telah didiagnosis diabetes melitus, sementara lebih dari satu juta peserta pada kelompok usia yang sama terdiagnosis hipertensi. Temuan tersebut menjadi perhatian karena penyakit kronis kini tidak lagi hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga usia muda dan produktif.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BPJS Kesehatan terus memperkuat berbagai program, antara lain Prolanis Muda, Skrining Riwayat Kesehatan, serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan. Kegiatan Health Fun Run menjadi salah satu media untuk mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Prihati berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan HUT BPJS Kesehatan semata, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang sehat dan produktif, semakin kuat pula fondasi keberlanjutan Program JKN di masa mendatang.

“Penguatan budaya hidup sehat merupakan bagian dari dukungan BPJS Kesehatan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui semangat gotong royong serta penguatan upaya promotif dan preventif dalam Program JKN, BPJS Kesehatan optimis dapat berkontribusi mewujudkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Baca Juga  Pasar Modal Tangguh Jadi Fondasi Utama Pembangunan Nasional

Pada kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong sekaligus menerapkan pola hidup sehat sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan menjaga pola hidup sehat harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Keberadaan Program JKN yang didukung budaya hidup sehat dinilai akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Melalui penguatan upaya promotif dan preventif yang terus dilakukan, BPJS Kesehatan berharap mampu menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Red/ADV)

+ posts