HEADLINEKESEHATANNASIONAL

Hadapi Tantangan Pembiayaan Nasional Bersama, BPJS Kesehatan Perkuat Keberlanjutan JKN

9
×

Hadapi Tantangan Pembiayaan Nasional Bersama, BPJS Kesehatan Perkuat Keberlanjutan JKN

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui penguatan kualitas layanan, perluasan kepesertaan, serta penguatan fondasi pendanaan. Komitmen tersebut menjadi fokus utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan yang mengusung semangat “Menjaga Harapan Melalui Gotong Royong untuk Sehat Bersama”.

Momentum HUT ke-58 menjadi refleksi perjalanan panjang penyelenggaraan jaminan kesehatan di Indonesia yang telah dimulai sejak pembentukan Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK) pada 15 Juli 1968. Transformasi kelembagaan kemudian berlanjut melalui Perum Husada Bakti dan PT Askes (Persero), hingga resmi menjadi BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014 sebagai penyelenggara Program JKN yang kini melindungi sekitar 285 juta jiwa penduduk Indonesia.

Selama lebih dari satu dekade penyelenggaraan Program JKN, berbagai penyempurnaan terus dilakukan. Mulai dari penguatan layanan di fasilitas kesehatan, pengembangan layanan berbasis digital, penyederhanaan proses administrasi, hingga peningkatan kemudahan akses pelayanan bagi seluruh peserta.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan perjalanan panjang penyelenggaraan jaminan kesehatan membuktikan bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan Program JKN. Menurutnya, berbagai capaian yang diraih hingga saat ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, fasilitas kesehatan, serta seluruh pihak yang terus mendukung tersedianya akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Selama 58 tahun, penyelenggaraan jaminan kesehatan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Perjalanan tersebut mengantarkan kita pada penyelenggaraan Program JKN yang kini telah memasuki tahun ke-13. Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang selalu mendukung keberlanjutan Program JKN. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis Program JKN dapat mencetak generasi sehat demi Indonesia Emas 2045,” kata Prihati Pujowaskito dalam Sarasehan HUT ke-58 BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga  Sinergi Hukum dan Pemerintah Diperkuat di Momen Pisah Sambut Kajati

Lebih lanjut, Prihati menjelaskan keberlanjutan Program JKN kini menjadi fokus utama BPJS Kesehatan dalam menyusun arah kebijakan organisasi. Menurutnya, berbagai transformasi yang dijalankan harus mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas layanan, perluasan kepesertaan, serta kesehatan finansial program agar manfaat JKN tetap dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

” Saat ini rasio klaim Program JKN telah mencapai 108 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan pembiayaan kesehatan semakin besar. Jika perusahaan asuransi swasta mungkin melakukan repricing jika klaim sudah 95 persen untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya. Kami berharap dukungan kebijakan melalui regulasi baru dapat memperkuat keberlanjutan Program JKN sehingga manfaatnya tetap dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Prihati.

BPJS Kesehatan menilai masih terdapat peluang memperkuat pendanaan melalui peningkatan kepatuhan peserta serta perluasan cakupan kepesertaan. Karena itu, perusahaan telah menyusun rencana strategis yang berorientasi pada keberlanjutan dengan menitikberatkan penguatan pendanaan, peningkatan jumlah peserta, dan transformasi pelayanan.

Salah satu strategi yang akan dikembangkan ialah integrasi kepesertaan Program JKN dengan berbagai layanan publik.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga terus memperluas layanan non tatap muka berbasis teknologi digital agar masyarakat memperoleh akses pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan efisien.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman memberikan apresiasi terhadap kontribusi BPJS Kesehatan dalam memperkuat sistem perlindungan sosial nasional melalui Program JKN.

 Ia menilai Program JKN telah menjadi salah satu pilar utama pembangunan kesehatan yang sejalan dengan visi pembangunan nasional dan Asta Cita Presiden.

“Kami juga mengapresiasi berbagai program BPJS Kesehatan yang memberi perhatian pada empat program kolaboratif prioritas pemerintah. Mulai dari pemantau kesehatan siswa dan petugas SPPG melalui P-Care Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan di sekolah rakyat, pengembangan Desa Sehat JKN bersama Koperasi Desa Merah Putih sebagai agen fasilitator jaminan kesehatan, serta Program JKN 3T melalui kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit TNI AL dan pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T,” kata Dudung.

Baca Juga  Tomy Irawan Sebut UHC Award 2026 Jadi Momentum Perkuat Sistem Kesehatan Kalteng

Meski demikian, Dudung mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama, di antaranya keberlanjutan pendanaan jaminan sosial, peningkatan kepatuhan peserta, dan penguatan sinergi dengan fasilitas kesehatan. Oleh sebab itu, pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat kolaborasi agar kualitas layanan serta keberlangsungan Program JKN tetap terjaga.

Dalam rangkaian puncak HUT ke-58, BPJS Kesehatan juga berhasil meraih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 khususnya pada Fungsi Pengadaan dan Fungsi Investasi, serta Sertifikasi Sistem Manajemen Kepatuhan ISO 37301. Pencapaian tersebut memperkuat komitmen BPJS Kesehatan dalam membangun budaya integritas, kepatuhan organisasi, dan tata kelola yang semakin baik sebagai fondasi menjaga keberlanjutan Program JKN bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Red/ADV)

+ posts