HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Tokoh Pesparawi Kalteng J.A. Sandan Tutup Usia

18
×

Tokoh Pesparawi Kalteng J.A. Sandan Tutup Usia

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Almarhum J.A. Sandan, tokoh musisi rohani dan salah satu penggagas Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA — Kalimantan Tengah kehilangan salah satu tokoh penting dalam perkembangan musik gerejawi. Musisi senior sekaligus penggagas Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kalimantan Tengah, J.A. Sandan, berpulang ke Rumah Bapa di Sorga pada Rabu, 30 September 2026, dalam usia 100 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pesparawi dan masyarakat gerejawi di Bumi Tambun Bungai.

Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalimantan Tengah, Guntur Talajan, menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya almarhum. “Kami segenap pengurus LPPD merasa kehilangan tokoh dan musisi Kalteng. Beliau termasuk salah seorang penggagas pelaksanaan Pesparawi yang diawali dengan Pesparani di Kalteng sejak tahun 1970-an,” katanya, baru-baru ini.

Almarhum yang lahir pada 3 Juli 1926 dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan sebagian besar perjalanan hidupnya bagi pelayanan gereja melalui pengembangan musik rohani dan pembinaan paduan suara. Kiprahnya menjadi bagian penting dalam membangun tradisi Pesparawi yang kini terus berkembang di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Guntur menjelaskan, J.A. Sandan tidak hanya berperan sebagai penggagas penyelenggaraan Pesparawi, tetapi juga menjadi salah satu pendiri LPPD Kota Palangka Raya dan LPPD Provinsi Kalimantan Tengah. Perannya dinilai memberikan fondasi yang kuat bagi pembinaan paduan suara gerejawi hingga mampu menjangkau berbagai daerah.

Baca Juga  UPR Lantik Wakil Rektor Baru, Perkuat Langkah Menuju PTNBH dan Pembangunan Kalimantan Tengah

Keberadaan almarhum selama puluhan tahun menjadi inspirasi bagi banyak pelayan musik gereja. Melalui dedikasi dan pengabdiannya, ia ikut melahirkan berbagai generasi yang aktif mengembangkan pelayanan paduan suara sebagai bagian dari pembinaan iman umat.

“Kontribusi dan keteladanan iman serta kemurahan hatinya akan selalu dikenang oleh keluarga, komunitas, maupun lembaga,” ujar Guntur.

Ucapan belasungkawa juga mengalir dari berbagai kalangan setelah kabar duka tersebut beredar. Dalam pesan yang disampaikan keluarga, J.A. Sandan dikenang sebagai sosok suami, ayah, dan kakek yang penuh kasih serta menjadi teladan dalam kehidupan beriman.

Keluarga menyampaikan doa agar almarhum memperoleh damai bersama Allah Bapa di surga. Mereka juga berharap seluruh kebaikan, pengabdian, dan ketulusan hati yang diwariskan semasa hidup dapat terus menjadi inspirasi bagi anak cucu serta masyarakat luas.

Baca Juga  Membawa Perubahan, Tim Pemenangan Sampaikan Program Unggulan Willy-Habib ke Warga Mantangai dan Selat

Kepergian J.A. Sandan pada usia satu abad menjadi kehilangan besar bagi dunia musik rohani Kalimantan Tengah. Jejak perjuangannya dalam membangun dan mengembangkan Pesparawi telah menjadi bagian penting dari sejarah pelayanan gerejawi di daerah ini.

Warisan pengabdian, semangat pelayanan, serta dedikasi J.A. Sandan diharapkan tetap hidup melalui pembinaan Pesparawi dan lahirnya generasi penerus yang terus melestarikan musik rohani di Kalimantan Tengah. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai salah satu perintis yang meletakkan dasar perkembangan Pesparawi di Bumi Tambun Bungai. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts