HEADLINEHUKUM & PERISTIWAKARHUTLANASIONALPEMKAB SERUYANPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

BREAKING NEWS: Helikopter Penerbad Jatuh Saat Water Bombing di Seruyan

130
×

BREAKING NEWS: Helikopter Penerbad Jatuh Saat Water Bombing di Seruyan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ist.: Tim gabungan melakukan evakuasi awak helikopter Mi-17 Penerbad bernomor registrasi HA-5235 yang mengalami kecelakaan di perairan Pematang Limau, Kabupaten Seruyan.

KUALA PEMBUANG – Sebuah helikopter jenis Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi water bombing di wilayah perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Helikopter dengan nomor registrasi HA-5235 tersebut dilaporkan jatuh di kawasan perairan Pematang Limau, Rabu (4/11/2026). Insiden ini menjadi perhatian karena pesawat sedang menjalankan tugas mendukung penanganan karhutla yang masih membutuhkan pengerahan kekuatan pemadaman dari udara.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Muhammad Nas, membenarkan adanya informasi awal mengenai kecelakaan helikopter tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses penanganan sedang dilaksanakan, termasuk upaya evakuasi terhadap seluruh awak yang berada di dalam pesawat. “Informasi awal seperti itu, sedang dilaksanakan penanganan,” kata Muhammad Nas saat dikonfirmasi awak media, baru-baru ini.

Berdasarkan laporan sementara, helikopter Mi-17 tersebut membawa delapan personel saat menjalankan misi pengambilan air untuk mendukung pemadaman karhutla. Dalam penerbangan itu, posisi pilot atau Pilot in Command (PIC) dijabat Mayor CPN Dudi, sedangkan kopilot adalah Kapten CPN Hafiz. Helikopter tersebut diketahui memiliki pangkalan operasional atau homebase di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.

Dari delapan personel yang berada di dalam helikopter, enam orang dilaporkan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Dua personel di antaranya dievakuasi menggunakan helikopter Bell Penerbad dengan nomor registrasi HA-5172 menuju Bandara Kuala Pembuang untuk selanjutnya mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Proses penyelamatan tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan darurat setelah insiden terjadi di kawasan perairan tersebut.

Baca Juga  Dewan Kalteng Dorong Pemda Perhatikan Konsep Pembangunan Berkelanjutan 

Sementara itu, empat personel lainnya juga dilaporkan berhasil dievakuasi dan berada di Pos Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Area Pematang Limau. Dengan demikian, enam awak telah ditemukan dalam keadaan selamat berdasarkan informasi awal yang diterima. Adapun dua personel lainnya masih belum ditemukan dan menjadi perhatian dalam proses pencarian oleh tim terkait.

Lokasi kecelakaan helikopter tersebut dilaporkan berada di kawasan laut Pematang Limau, dengan jarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Titik kejadian juga diinformasikan berada di sekitar wilayah Desa Telaga Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan. Kondisi geografis lokasi kejadian menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan proses pencarian dan evakuasi, mengingat insiden berlangsung di kawasan perairan.

Kecelakaan tersebut terjadi ketika helikopter menjalankan tugas pengambilan air atau water bombing, yakni metode pemadaman dari udara dengan menjatuhkan air ke titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Operasi ini merupakan salah satu upaya penanganan karhutla yang membutuhkan dukungan armada udara, khususnya untuk menjangkau kawasan hutan dan lahan yang memiliki akses terbatas. Namun, hingga informasi awal tersebut disampaikan, belum terdapat keterangan resmi mengenai faktor yang menyebabkan helikopter mengalami kecelakaan.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah, mengingat dukungan penerbangan memiliki peran penting dalam membantu pemadaman titik api. Penggunaan helikopter memungkinkan petugas menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani secara langsung oleh personel darat. Meski demikian, keselamatan awak dan kesiapan operasional tetap menjadi aspek utama dalam setiap pelaksanaan misi penerbangan, terutama ketika bertugas di kawasan yang memiliki tantangan kondisi alam dan medan.

Baca Juga  Teknik Membaca Nyaring Perkuat Minat Baca Anak Sejak Dini

Hingga laporan awal mengenai insiden tersebut diterbitkan, perhatian utama masih tertuju pada proses pencarian dua personel yang belum ditemukan serta penanganan enam awak yang berhasil diselamatkan. Pihak berwenang juga belum menyampaikan penjelasan terbuka mengenai penyebab kecelakaan maupun hasil pemeriksaan terhadap kondisi helikopter. Karena itu, informasi mengenai kronologi teknis dan faktor penyebab kejadian masih menunggu hasil penanganan serta keterangan resmi dari instansi berwenang.

Perkembangan kecelakaan helikopter Mi-17 Penerbad HA-5235 tersebut masih menunggu informasi lanjutan dari pihak terkait. Upaya pencarian terhadap dua personel yang belum ditemukan diharapkan dapat segera membuahkan hasil, sementara enam personel yang telah diselamatkan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan penanggulangan bencana, termasuk operasi pemadaman karhutla melalui dukungan udara di wilayah Kalimantan Tengah. (RED/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts