DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

DPRD Kalteng Ingatkan Dampak Antrean BBM, Minta Penanganan Cepat dan Terpadu

×

DPRD Kalteng Ingatkan Dampak Antrean BBM, Minta Penanganan Cepat dan Terpadu

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah.

PALANGKA RAYA – Antrean panjang di SPBU yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng terus menjadi perhatian DPRD Kalteng.

Selain dipicu kepanikan masyarakat, kondisi ini juga dinilai berkaitan dengan distribusi BBM yang belum optimal.

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, mengatakan kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM bersubsidi memicu peningkatan pembelian secara tidak wajar.

Hal tersebut menyebabkan lonjakan permintaan dalam waktu singkat di sejumlah SPBU.

“Panic buying ini muncul karena masyarakat khawatir terhadap isu kenaikan harga maupun pembatasan pembelian, sehingga memilih mengisi BBM lebih awal,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menilai, kebijakan pembatasan pembelian yang diterapkan di beberapa daerah sebenarnya bertujuan menjaga distribusi tetap merata.

Namun tanpa komunikasi yang efektif, kebijakan tersebut justru menimbulkan persepsi kelangkaan.

Baca Juga  Ribuan ASN Jalani Tes Urine, BNN Perkuat Pengawasan

Selain faktor tersebut, DPRD juga menyoroti kendala distribusi yang dipengaruhi oleh keterbatasan armada, kondisi geografis, serta infrastruktur jalan di Kalteng yang masih menjadi tantangan dalam penyaluran BBM.

“Distribusi yang tidak lancar akan berdampak langsung pada ketersediaan di SPBU, sehingga perlu ada langkah cepat untuk mengatasinya,” katanya.

Menurutnya, dampak antrean panjang tidak bisa dianggap sepele. Selain mengganggu kenyamanan masyarakat, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan kemacetan, menghambat aktivitas ekonomi, serta meningkatkan risiko gangguan keamanan di sekitar SPBU.

DPRD Kalteng pun mendorong Pemprov dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah penanganan yang terkoordinasi.

Penyampaian informasi yang akurat dan terbuka terkait stok BBM dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca Juga  Tingkatkan Sosialisasi Kejahatan Siber Kepada Masyarakat

Selain itu, peningkatan suplai BBM, penambahan armada distribusi, serta penerapan jam operasional SPBU hingga 24 jam di lokasi tertentu dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mengurai antrean.

DPRD berharap upaya tersebut dapat segera direalisasikan sehingga kondisi kembali kondusif dan masyarakat tidak lagi terbebani oleh antrean panjang di SPBU. (Dam)

+ posts