PALANGKA RAYA – Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Palangka Raya melaksanakan kegiatan praktikum di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah sebagai upaya memperdalam pemahaman terkait konservasi sumber daya alam dan pengelolaan ekosistem.
Kegiatan yang berlangsung di Palangka Raya ini diikuti sebanyak 25 mahasiswa dengan pendampingan dosen pengampu mata kuliah, Fandi K.P.A., S.Hut., M.Si., yang turut mengarahkan jalannya kegiatan secara akademis dan praktis di lapangan.
Praktikum diawali dengan sambutan Kepala BKSDA Kalimantan Tengah, Andi M. Kadhafi, S.Hut., M.Si., yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai bagian dari ekosistem yang masih tersisa dan harus dilindungi secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Andi menjelaskan bahwa fungsi kawasan hutan terbagi dalam beberapa kategori, yakni hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi, serta kawasan penggunaan lainnya yang masing-masing memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Ia juga menegaskan bahwa kawasan hutan konservasi memiliki nilai penting karena berfungsi sebagai penyangga kehidupan, baik dari sisi keanekaragaman hayati maupun keseimbangan ekosistem secara menyeluruh.
“Harapannya, Prodi Agribisnis dapat terus bersinergi dengan BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah guna mendukung pembangunan ekonomi yang tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Materi lanjutan mengenai penyelenggaraan konservasi sumber daya alam di Kalimantan Tengah disampaikan oleh narasumber Ely Triana, S.Hut., M.Si., yang mengulas dasar hukum serta prinsip pelaksanaan konservasi.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan konservasi sumber daya alam berpedoman pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 dengan prinsip utama keberlanjutan atau sustainability, yang menjadi landasan dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam.
Dalam praktiknya, Ely menyebutkan bahwa upaya konservasi masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya peningkatan jumlah penduduk serta eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, sehingga memerlukan pengelolaan yang bijak dan terencana.
BKSDA Kalimantan Tengah sendiri memiliki peran penting dalam pengelolaan kawasan konservasi, seperti cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam, dan taman buru, sekaligus melakukan pembinaan terhadap pengelolaan taman hutan raya.
Selain itu, kawasan konservasi juga memiliki berbagai manfaat strategis, antara lain sebagai destinasi wisata alam seperti ekowisata, trekking, dan pengamatan burung, menjaga siklus hidrologi, menyerap karbon untuk mitigasi perubahan iklim, serta menjadi habitat bagi flora dan fauna.
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa terlihat aktif berpartisipasi melalui diskusi dan sesi tanya jawab bersama narasumber, bahkan beberapa di antaranya mampu menjawab pertanyaan yang diberikan sebagai bentuk pemahaman terhadap materi yang disampaikan.
Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa yang aktif dalam diskusi maupun menjawab pertanyaan mendapatkan penghargaan, sehingga suasana kegiatan berlangsung interaktif dan mendorong semangat belajar.
Di akhir kegiatan, perwakilan mahasiswa menyerahkan plakat kepada narasumber sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas ilmu yang telah diberikan selama kegiatan praktikum berlangsung.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya konservasi sumber daya alam sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk turut menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan di masa mendatang. (Red/Adv)











