DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINENASIONALPEMPROV KALIMANTAN TENGAHPOLITIK

FDA: Hari Kartini Jadi Refleksi Peran Strategis Perempuan Masa Kini

12
×

FDA: Hari Kartini Jadi Refleksi Peran Strategis Perempuan Masa Kini

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua DPW Partai NasDem Kalteng Faridawaty Darland Atjeh

PALANGKA RAYA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh (FDA), menilai perjuangan R.A. Kartini di masa kini telah mengalami perubahan konteks seiring perkembangan zaman.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi perempuan saat ini tidak lagi sama seperti pada masa lalu, melainkan semakin kompleks di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang berlangsung cepat.

“Jika dahulu Kartini melawan keterbatasan akses pendidikan dan budaya patriarki yang kaku, kini perempuan menghadapi tantangan yang lebih kompleks di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang serba cepat,” ungkap Faridawaty Darland Atjeh, Selasa (21/04/2026).

Ia menjelaskan bahwa makna emansipasi saat ini tidak hanya sebatas membuka akses, tetapi juga memastikan perempuan memiliki daya saing dan tetap berpegang pada nilai integritas dalam berbagai aspek kehidupan.

“Emansipasi bukan lagi sekadar membuka pintu, tetapi memastikan perempuan mampu berdiri kokoh, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai integritas,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng tersebut menambahkan, refleksi perjuangan Kartini di daerah dapat dilihat dari meningkatnya partisipasi perempuan dalam berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.

“Di Kalimantan Tengah, refleksi perjuangan Kartini terlihat dalam meningkatnya partisipasi perempuan di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif. Perempuan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi telah mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

Baca Juga  Inflasi Kota Palangka Raya Terkendali Sepanjang Tahun 2025

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, khususnya di wilayah pedalaman, seperti kesenjangan akses pendidikan serta persoalan kekerasan berbasis gender yang memerlukan perhatian serius.

“Kartini masa kini di Kalteng adalah mereka yang mampu menjembatani tradisi lokal dengan kemajuan zaman tanpa kehilangan jati diri,” lanjutnya.

Lebih jauh, Faridawaty menuturkan bahwa pada level regional Kalimantan, perempuan juga menunjukkan kiprah yang signifikan, terutama dalam sektor lingkungan, UMKM, dan pemberdayaan komunitas.

Menurutnya, di tengah isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan, perempuan hadir sebagai agen perubahan yang adaptif sekaligus solutif dalam menjawab berbagai tantangan.

Perempuan, kata dia, tidak hanya aktif dalam gerakan sosial, tetapi juga berperan dalam mengelola usaha berbasis kearifan lokal serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Sementara itu, pada tingkat nasional, ia melihat adanya kemajuan signifikan dalam peningkatan representasi perempuan di parlemen, pemerataan akses pendidikan, serta terbukanya peluang karier yang lebih luas.

Namun, ia juga menyoroti munculnya tantangan baru akibat modernisasi, seperti tekanan media sosial, standar kesuksesan yang tidak realistis, hingga tuntutan peran ganda antara karier dan keluarga.

Dalam konteks tersebut, ia menilai perjuangan Kartini saat ini telah bertransformasi menjadi upaya menjaga keseimbangan antara profesionalitas, nilai keluarga, dan kesehatan mental.

Baca Juga  Fraksi PKB DPRD Katingan Setujui LPj APBD 2024

Di tingkat global, Faridawaty menyebut perempuan Indonesia juga mampu bersaing dan menunjukkan kapasitasnya di berbagai sektor, mulai dari organisasi global, dunia akademik, hingga bisnis internasional.

Meski demikian, globalisasi juga menuntut peningkatan kompetensi, literasi digital, serta kemampuan adaptasi lintas budaya agar mampu bersaing secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa refleksi perjuangan Kartini di era modern menunjukkan bahwa emansipasi merupakan proses berkelanjutan yang tidak berhenti pada kesetaraan kesempatan, tetapi juga kualitas partisipasi dan dampak yang dihasilkan.

Dengan demikian, perempuan masa kini dituntut tidak hanya hadir dalam berbagai ruang, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dan bermakna bagi pembangunan.

Pada akhirnya, semangat Kartini dinilai tetap relevan sebagai fondasi nilai, terutama dalam keberanian berpikir, keteguhan prinsip, serta komitmen terhadap kemajuan bersama di tengah perubahan global yang dinamis. (Red/Adv)

+ posts