AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINELIFE STYLENASIONALTEKNOLOGI INFORMASI DIGITAL

UGM Indosat NVIDIA Buka Pusat Teknologi AI Nasional

22
×

UGM Indosat NVIDIA Buka Pusat Teknologi AI Nasional

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi meluncurkan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) sebagai pusat teknologi kecerdasan buatan (AI) berbasis universitas yang pertama di Indonesia. Kehadiran pusat teknologi ini diarahkan untuk memperkuat penelitian, inovasi, serta pengembangan talenta digital nasional.

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid mengatakan, keberadaan pusat teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas AI nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi masa depan. “Indonesia AI Center of Excellence mencerminkan visi jangka panjang untuk menempatkan Indonesia sebagai bangsa yang tak hanya mengadopsi AI, tetapi juga mampu mengembangkan dan menyumbangkan inovasi AI ke dunia. Pusat teknologi ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan visi tersebut melalui penguatan kapasitas riset, pengembangan talenta, dan inovasi teknologi,” ujarnya baru-baru ini.

UGM Indosat NVAITC merupakan bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE) yang mempertemukan pemerintah, industri, pemimpin teknologi global, dan kalangan akademisi. Pusat teknologi tersebut akan menjadi wadah untuk mempercepat penelitian AI terapan pada sejumlah sektor prioritas sekaligus membuka akses terhadap infrastruktur dan keahlian AI bagi peneliti serta mahasiswa UGM.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, pengembangan pusat teknologi tersebut juga ditujukan untuk memperluas akses terhadap teknologi dan keahlian AI bagi ekosistem digital Indonesia. “Melalui UGM Indosat NVAITC, kami menghadirkan teknologi dan keahlian AI global terbaik ke Indonesia, sekaligus memperluas akses bagi ekosistem peneliti, mahasiswa, startup, dan inovator di seluruh pelosok negeri,” katanya.

Baca Juga  Gubernur Kalteng Ajak TNI-Polri dan Pemda Perkuat Kebersamaan Bangun Daerah

Pusat teknologi itu ditenagai platform AI full-stack NVIDIA dan GPU Merdeka, yakni platform sovereign GPU-as-a-Service dari Indosat. Kapabilitas yang disediakan mencakup accelerated computing kelas enterprise, perangkat lunak AI, pretrained models, development frameworks, bimbingan teknis, pelatihan, hingga kolaborasi industri untuk mendukung pengembangan berbagai solusi AI.

Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA Marc Hamilton mengatakan, potensi pengembangan AI di Indonesia terbuka luas karena didukung komunitas peneliti, pengembang, dan inovator. “Mulai dari sektor kesehatan dan pertanian hingga penanggulangan bencana, peluang bagi AI untuk membawa perubahan nyata sangatlah besar. Melalui UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center, NVIDIA berkomitmen untuk membekali talenta Indonesia dengan model terbuka dan keahlian terdepan di dunia,” katanya.

Berbekal kemampuan riset multidisiplin UGM, himpunan data lokal, serta regenerasi talenta peneliti dan mahasiswa, NVAITC akan diarahkan menjadi pusat pengembangan solusi AI terapan. Sejumlah bidang strategis yang menjadi fokus awal antara lain kesehatan, pertanian, serta ketahanan dan penanganan bencana yang sejalan dengan prioritas nasional.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D. mengatakan, kehadiran NVAITC memperluas kesempatan mahasiswa dan peneliti untuk mengakses infrastruktur AI serta keahlian global. “UGM berkomitmen penuh mendukung ambisi AI Indonesia melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui UGM Indosat NVAITC, kami memperluas akses terhadap infrastruktur AI canggih dan keahlian global bagi para mahasiswa dan peneliti,” ujarnya.

Salah satu proyek awal yang dikembangkan melalui pusat riset tersebut adalah eNose-TB, teknologi penyaringan berbasis AI untuk mendukung penanggulangan tuberkulosis di Indonesia. Selain itu, terdapat SmartAgri yang menggabungkan multimodal AI, edge computing, dan teknologi pertanian presisi, serta Tech4Disaster berupa platform AI geospasial untuk memperkuat prediksi, mitigasi, dan penanganan bencana.

Baca Juga  Karhutla Kereng Bangkirai Dipadamkan, Luas Area 0,13 Hektare

Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM sekaligus Peneliti Utama Tim Riset eNose-TB UGM Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc., Ph.D., Sp.A. menilai akses terhadap infrastruktur dan keahlian AI akan mempercepat pengembangan riset yang dibutuhkan masyarakat. “Sebagai peneliti, kami percaya bahwa teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di dalam negeri. Langkah ini membawa kami semakin dekat pada mimpi besar untuk menghadirkan teknologi kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia,” tandas Dian. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts