EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Inflasi Desember 2025 Kalimantan Tengah Capai 1,04 Persen

73
×

Inflasi Desember 2025 Kalimantan Tengah Capai 1,04 Persen

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti

PALANGKARAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat terjadinya inflasi bulanan atau month-to-month sebesar 1,04 persen pada Desember 2025. Inflasi tersebut didasarkan pada hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di empat kabupaten/kota IHK di wilayah Kalimantan Tengah.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa secara umum terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen dari 108,85 pada November 2025 menjadi 109,98 pada Desember 2025. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup signifikan menjelang akhir tahun.

“Pada Desember 2025, Kalimantan Tengah mengalami inflasi month-to-month sebesar 1,04 persen. Peningkatan ini tercermin dari naiknya Indeks Harga Konsumen dari 108,85 pada November 2025 menjadi 109,98 pada Desember 2025,” ujar Agnes, Senin (05/01/2026).

Menurut Agnes, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan di Kalimantan Tengah. Kelompok tersebut memberikan andil inflasi sebesar 0,91 persen terhadap inflasi month-to-month Desember 2025.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 0,91 persen,” jelasnya.

Ia merinci sejumlah komoditas utama yang menjadi pemicu kenaikan harga pada periode tersebut. Beberapa di antaranya adalah cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,18 persen, daging ayam ras 0,16 persen, bawang merah 0,16 persen, beras 0,12 persen, serta ikan gabus sebesar 0,09 persen.

“Komoditas utama penyumbang inflasi month-to-month antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, beras, dan ikan gabus,” ungkap Agnes.

Baca Juga  Rekomendasi DPRD Barsel Minta Perbaikan Perencanaan dan PAD

Selain inflasi bulanan, BPS juga mencatat inflasi tahunan atau year-on-year di Kalimantan Tengah pada Desember 2025 sebesar 3,13 persen. Angka tersebut sejalan dengan inflasi year-to-date yang juga tercatat sebesar 3,13 persen.

Agnes menuturkan bahwa secara year-on-year, kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi kelompok dengan kontribusi inflasi terbesar, yakni sebesar 1,59 persen terhadap inflasi tahunan Kalimantan Tengah.

“Secara year-on-year, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 1,59 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa komoditas yang memberikan andil signifikan terhadap inflasi tahunan antara lain emas perhiasan sebesar 0,66 persen, beras 0,22 persen, cabai rawit 0,18 persen, sigaret kretek mesin 0,16 persen, serta bawang merah 0,14 persen.

“Komoditas-komoditas tersebut memiliki kontribusi cukup besar dalam pembentukan inflasi tahunan di Kalimantan Tengah,” jelas Agnes.

Berdasarkan hasil pemantauan di empat kabupaten/kota IHK, seluruh wilayah di Kalimantan Tengah tercatat mengalami inflasi baik secara bulanan maupun tahunan pada Desember 2025.

“Seluruh kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah tercatat mengalami inflasi baik secara bulanan maupun tahunan,” katanya.

Agnes menyebutkan bahwa emas perhiasan dan cabai rawit menjadi komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulanan di seluruh kabupaten/kota IHK.

Baca Juga  Siti Nafsiah: Investasi Sawit di Kalteng Berkontribusi Terhadap Ekonomi Daerah

“Komoditas emas perhiasan dan cabai rawit juga menjadi komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulanan di seluruh kabupaten/kota IHK,” ucapnya.

Lebih lanjut, Agnes menjelaskan bahwa inflasi Desember 2025 dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada momentum Natal dan Tahun Baru yang secara tradisional mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

Selain itu, peringatan Haul Guru Sekumpul turut berdampak pada berkurangnya pasokan sejumlah komoditas dari Kalimantan Selatan yang selama ini menjadi daerah pemasok utama bagi Kalimantan Tengah.

Faktor cuaca juga menjadi perhatian, mengingat tingginya curah hujan pada Desember 2025 menyebabkan menurunnya produksi cabai rawit serta hasil tangkapan ikan.

“Naiknya permintaan pada momen Nataru, berkurangnya pasokan akibat peringatan Haul Guru Sekumpul, serta tingginya curah hujan yang menurunkan hasil produksi cabai rawit dan hasil tangkapan ikan menjadi faktor utama yang memengaruhi inflasi Desember 2025 di Kalimantan Tengah,” tandas Agnes. (Red/Adv)