PALANGKA RAYA – Sektor pasar modal di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan positif dengan meningkatnya jumlah investor dan nilai transaksi saham sepanjang tahun 2025.
OJK mencatat jumlah investor saham meningkat signifikan sebesar 52.802 investor atau 49,50 persen, dari 106.681 menjadi 159.483 investor.
Selain itu, nilai transaksi saham juga melonjak hingga Rp701,02 miliar atau naik 101,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi di pasar modal.
“Peningkatan jumlah investor dan transaksi ini menunjukkan bahwa sektor pasar modal semakin diminati dan menjadi alternatif investasi masyarakat,” ujarnya, Senin (31/3/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan signifikan terjadi pada produk reksa dana, dengan nilai penjualan mencapai Rp79,15 miliar atau naik 562,67 persen secara tahunan.
Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan masyarakat semakin meningkat, sehingga mampu mendorong partisipasi dalam berbagai produk investasi.
Primandanu menilai, perkembangan ini menjadi indikator positif dalam pemulihan ekonomi serta stabilitas pasar keuangan di daerah.
Dengan meningkatnya jumlah investor, sektor pasar modal diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
OJK akan terus mendorong edukasi keuangan agar masyarakat semakin memahami manfaat dan risiko investasi.
Ke depan, peningkatan partisipasi masyarakat di pasar modal diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (Red/Adv)


















