PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan pentingnya kolaborasi dan publikasi dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan di daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan rapat daring terkait pembentukan Jurnalis Sekolah yang melibatkan unsur sekolah se-Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan dalam memperkuat peran kehumasan sekolah, sekaligus mendorong optimalisasi publikasi berbagai capaian dan inovasi yang selama ini belum tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Muhammad Reza Prabowo menilai, kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam memaksimalkan potensi pendidikan. Tanpa adanya sinergi, berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh sekolah akan sulit mencapai dampak yang lebih besar.
“Sebesar apapun inovasi yang dilakukan sekolah, kalau tidak dipublikasikan, maka tidak akan ada yang tahu,” ujarnya baru-baru ini. (disdik.kalteng.go.id)
Ia menegaskan bahwa selama ini banyak sekolah di Kalimantan Tengah telah melahirkan berbagai terobosan dan prestasi, namun belum diimbangi dengan publikasi yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan potensi besar yang dimiliki peserta didik belum dikenal secara luas, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Reza mencontohkan salah satu potensi siswa di SMA Negeri 3 Palangka Raya yang mampu menguasai berbagai bahasa asing secara autodidak. Bahkan, terdapat siswa yang mampu memahami bahasa Tagalog, Jerman, hingga Mandarin hanya melalui pemanfaatan perangkat digital secara mandiri.
“Anak-anak ini belajar sendiri hanya dengan gawainya, tapi bisa. Kalau ini dipublikasikan, tentu akan menjadi motivasi besar bagi siswa lain di Kalimantan Tengah,” jelasnya. (
Menurutnya, potensi siswa tidak hanya terbatas pada kemampuan bahasa, tetapi juga mencakup bidang akademik lain seperti matematika dan kimia. Banyak peserta didik memiliki kemampuan berpikir yang cepat dan daya tangkap tinggi, namun belum terekspos secara optimal di ruang publik.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan fungsi kehumasan di sekolah melalui pembentukan Jurnalis Sekolah. Peran ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara sekolah dengan masyarakat luas, termasuk antar sekolah hingga lintas daerah.
“Bagaimana kita menghubungkan satu sekolah dengan sekolah lainnya, dengan masyarakat sekitar, bahkan dengan provinsi lain, itu menjadi tugas penting kehumasan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehumasan sekolah harus mampu bertransformasi layaknya fungsi Public Relations (PR) yang profesional, tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun citra positif pendidikan secara berkelanjutan.
Kegiatan pembentukan Jurnalis Sekolah ini diikuti oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas dari SMA, SMK, dan Sekolah Khusus se-Kalimantan Tengah, serta peserta didik yang aktif dalam kegiatan jurnalistik maupun yang memiliki minat di bidang tersebut.
Melalui inisiatif ini, diharapkan setiap sekolah mampu mengelola informasi secara mandiri dan terstruktur, sehingga berbagai prestasi, inovasi, serta kegiatan positif dapat terpublikasikan secara luas dan memberikan inspirasi bagi masyarakat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah, dengan menempatkan keterbukaan informasi dan kolaborasi sebagai pilar utama pengembangan.
Secara keseluruhan, penguatan peran Jurnalis Sekolah diyakini dapat memperluas jangkauan informasi pendidikan, sekaligus membangun ekosistem komunikasi yang lebih inklusif, transparan, dan inspiratif di lingkungan sekolah. (Red/Adv)











