PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng meminta langkah cepat dan terukur dari manajemen Bank Kalteng menyusul dugaan pembobolan dana miliaran rupiah yang diduga melibatkan oknum internal.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono, menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi mengganggu kepercayaan publik.
“Penguatan pengawasan internal perlu segera dilakukan. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan investor,” kata Sudarsono, Jumat (10/4/2026).
Ia menilai, Bank Kalteng sebagai BUMD memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah, termasuk dalam meningkatkan PAD.
Oleh karena itu, setiap persoalan internal harus ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku agar tidak berdampak luas.
Menurutnya, pengendalian internal yang kuat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya penyimpangan, sekaligus memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dinilai perlu segera dilakukan.
“Kalau melihat fakta seperti ini, sudah pasti harus ada penguatan pengendalian internal,” tegasnya.
Selain itu, DPRD Kalteng juga akan melakukan koordinasi dengan pihak manajemen guna mendapatkan penjelasan terkait kronologi kejadian serta langkah penanganan yang telah diambil. Hal ini penting sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD.
“Terkait apa saja yang harus dilakukan, tentu kita akan melakukan pertemuan dengan manajemen Bank Kalteng,” ujarnya.
Sudarsono berharap, manajemen segera mengambil langkah konkret, termasuk memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan integritas internal, sehingga kepercayaan masyarakat dan investor terhadap Bank Kalteng tetap terjaga di tengah situasi tersebut. (dam)











