PULANG PISAU – Kabupaten Pulang Pisau menjadi titik awal pelaksanaan Roadshow Festival Literasi Harati Tahun 2026 yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat literasi generasi muda sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Festival yang digelar di Halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pulang Pisau ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari pelajar tingkat SMA, guru, komunitas literasi, hingga pemerintah daerah. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi, mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap kegiatan literasi yang dikemas interaktif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i, S.Kom, hadir langsung membuka kegiatan tersebut didampingi Asisten III Moh. Insyafi. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda di daerah.
“Saya hadir hari ini karena yang mengikuti kegiatan ini adalah anak-anak muda Pulang Pisau generasi yang kelak akan memimpin daerah ini. Literasi adalah bekal paling penting bagi mereka untuk menghadapi masa depan yang penuh perubahan, kegiatan ini menjadi titik balik untuk mengubah kebiasaan anak-anak kita dari scroll layar HP menjadi kebiasaan membaca buku, dalam rangka menyiapkan generasi yang lebih kritis, kreatif, dan berdaya saing,” ujarnya baru-baru ini.
Ia menambahkan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam pembangunan manusia yang tidak bisa ditunda. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas.
Bupati juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam membangun kapasitas generasi muda, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Satria Febrino, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau atas dukungan dan kolaborasi yang solid dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
Ia secara khusus mengapresiasi Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pulang Pisau, Sri Putri Pratiwi, S.STP., M.PA, beserta seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan Roadshow Festival Literasi Harati, mulai dari kesiapan lokasi, keterlibatan sekolah, hingga penyusunan materi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Selain mendorong budaya literasi, kegiatan ini juga bertujuan membentuk perilaku masyarakat yang bijak dalam konsumsi dan pengelolaan keuangan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dan sistem pembayaran di daerah.
Sebanyak 100 siswa SMA di Kabupaten Pulang Pisau bersama guru pendamping mengikuti kegiatan ini. Melalui pendekatan yang komunikatif, peserta diajak memahami isu ekonomi seperti inflasi dan stabilitas harga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar konsep teoritis.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini juga akan menghadirkan lomba menulis cerpen bertema “Bijak Berbelanja” yang dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua dan ketiga April 2026. Lomba tersebut diharapkan mampu mengasah kreativitas sekaligus memperkuat pemahaman literasi keuangan di kalangan pelajar.
Roadshow Festival Literasi Harati 2026 direncanakan menjangkau empat kabupaten di Kalimantan Tengah, yakni Pulang Pisau, Gunung Mas, Murung Raya, dan Barito Selatan. Pulang Pisau menjadi daerah pertama yang dikunjungi dan menjadi pembuka rangkaian kegiatan dengan semangat kolaborasi yang kuat.
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Pulang Pisau tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan, tetapi juga simbol komitmen dalam menempatkan literasi sebagai jantung pembangunan manusia. Literasi diharapkan menjadi bekal utama dalam mencetak generasi muda yang berpikir kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Red/Adv)










