HEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

ASN dan Relawan Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla Kalteng

15
×

ASN dan Relawan Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla Kalteng

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Aksi Kolaborasi ASN dan Relawan dalam penanganan Karhutla di Kalteng.

 

PALANGKARAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah kondisi di sejumlah wilayah memasuki status tanggap darurat. Penguatan dilakukan melalui peningkatan kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas sektor dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN), relawan, TNI, Polri, serta unsur pemadam dalam upaya merespons titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengatakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Penguatan Penanganan Karhutla Tahun 2026 bersama Relawan ASN di Halaman Istana Isen Mulang Palangka Raya merupakan bagian dari upaya memperkuat personel menghadapi kondisi karhutla yang berkembang. “Setelah apel, gabungan ASN, TNI dan Polri langsung terjun ke lapangan melakukan pemadaman,” ujar Agustan, baru-baru ini.

Menurut Agustan, pelaksanaan apel tersebut bukan kegiatan yang baru pertama kali dilakukan, melainkan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi ancaman karhutla. Penguatan personel menjadi semakin penting setelah pemerintah menetapkan status tanggap darurat sehingga seluruh unsur yang terlibat dapat meningkatkan respons terhadap kondisi di lapangan.

“Apel ASN kemarin hanya sebagai penguatan, dalam rangka peningkatan status tanggap darurat,” kata Agustan. Ia menjelaskan, keterlibatan ASN dan relawan diharapkan dapat menambah kekuatan personel yang bekerja bersama aparat serta unsur pemadam lainnya dalam menangani kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi DJKI dan Perguruan Tinggi, Sentra KI Jadi Motor Inovasi Daerah

Setelah penguatan personel dilakukan, koordinasi antarlembaga terus ditingkatkan untuk memastikan penanganan karhutla berlangsung secara terpadu. Setiap unsur di lapangan diharapkan menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing, sekaligus saling mendukung dalam pemantauan, pemadaman, dan pencegahan agar api tidak berkembang menjadi lebih luas.

“Intinya kita bersama-sama, bersatu dan bersinergi untuk melakukan pemadaman. Semua unsur yang terlibat di lapangan harus saling mendukung agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan maksimal,” ujar Agustan. Menurutnya, kerja bersama menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat efektivitas penanganan karhutla, terutama ketika kondisi membutuhkan respons cepat di lapangan.

Selain memperkuat pemadaman, kesiapsiagaan juga diarahkan pada upaya pencegahan. Personel yang bertugas di lapangan diharapkan tetap melakukan pemantauan terhadap potensi munculnya titik api serta memperhatikan keselamatan selama menjalankan tugas, mengingat penanganan karhutla dapat berlangsung dalam kondisi yang berisiko.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menekankan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, aparat, relawan, dunia usaha, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk memperkuat upaya pengendalian kebakaran serta menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.

Baca Juga  Gubernur Agustiar Sabran Tinjau Sport Center Hanau untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur Olahraga

“Penanganan karhutla ini membutuhkan kebersamaan dan sinergi semua pihak. Kita harus bergerak bersama, memperkuat koordinasi dan memastikan penanganan di lapangan berjalan dengan baik,” tegas Agustiar. Ia juga menekankan bahwa langkah pencegahan harus berjalan beriringan dengan pemadaman untuk mengurangi risiko kebakaran meluas dan menjaga keselamatan masyarakat.

Penguatan personel dan koordinasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons terhadap setiap kejadian karhutla di Kalimantan Tengah. Dengan keterlibatan berbagai unsur secara terpadu, pemerintah berharap penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat upaya pencegahan selama kondisi wilayah masih rawan terhadap kebakaran.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Semua pihak harus terus memperkuat koordinasi dan bergerak bersama dalam menghadapi karhutla agar penanganannya dapat berjalan secara maksimal,” tandas Agustiar. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts