AKADEMIKAHEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Peneliti UPR Kembangkan Literasi Finansial Berbasis Arisan Produktif

15
×

Peneliti UPR Kembangkan Literasi Finansial Berbasis Arisan Produktif

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Tim peneliti Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya berdiskusi bersama pelaku usaha mikro di kawasan Puntun, Kelurahan Pahandut, dalam penelitian pengembangan model literasi finansial berbasis arisan produktif dan tutor sebaya.

PALANGKA RAYA — Tim peneliti Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) mengembangkan model literasi finansial yang mengintegrasikan kegiatan arisan produktif dan tutor sebaya sebagai upaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan sekaligus membangun pola pikir kewirausahaan. Model tersebut merupakan hasil penelitian yang dilaksanakan di kawasan Puntun, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya.

Ketua tim peneliti, Dr. Muhamad Affandi, M.Pd., mengatakan penelitian bertajuk Integrasi Literasi Finansial dalam Pembentukan Pola Pikir Wirausaha Masyarakat Puntun Kota Palangka Raya menghasilkan Model Literasi Finansial Berbasis Arisan Produktif dan Tutor Sebaya (LF-APTS). Model ini dirancang agar pembelajaran pengelolaan keuangan lebih mudah dipahami karena disesuaikan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, baru-baru ini.

Penelitian tersebut melibatkan delapan pelaku usaha mikro dan dua informan kunci dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, serta Focus Group Discussion (FGD). Melalui pendekatan tersebut, tim peneliti mengidentifikasi praktik pengelolaan keuangan masyarakat, tantangan pengembangan usaha, hingga peluang pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Menurut Muhamad Affandi, hasil penelitian menunjukkan kemampuan literasi finansial masyarakat masih beragam. Sebagian pelaku usaha telah mampu memisahkan modal dan keuntungan, namun sebagian lainnya masih menghadapi kendala dalam mengelola keuangan usaha maupun rumah tangga sehingga diperlukan pendampingan yang berkelanjutan.

Baca Juga  WAKREN Hadirkan Pelayanan Digital Praktis Bagi Warga Palangka Raya
FOTO Ist.: Tim peneliti Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya berdiskusi bersama pelaku usaha mikro di kawasan Puntun, Kelurahan Pahandut, dalam penelitian pengembangan model literasi finansial berbasis arisan produktif dan tutor sebaya.

Kajian tersebut juga mengungkap bahwa masyarakat Puntun memiliki modal sosial yang kuat melalui kegiatan arisan, budaya gotong royong, serta dukungan lembaga pendidikan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mengembangkan model pembelajaran literasi finansial yang lebih efektif dan mudah diterapkan.

Ia menjelaskan, salah satu keunggulan model LF-APTS adalah memasukkan materi literasi finansial ke dalam kegiatan arisan atau pertemuan komunitas dengan durasi singkat dan contoh-contoh praktis. Masyarakat diajak memahami pengelolaan keuangan melalui cara sederhana, seperti memisahkan uang modal dan keuntungan menggunakan amplop yang berbeda.

Selain pembelajaran berbasis komunitas, model tersebut juga mengoptimalkan peran tutor sebaya, yakni pelaku usaha maupun alumni pendidikan masyarakat yang telah memiliki pengalaman mengembangkan usaha. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat karena mengedepankan pengalaman nyata dibandingkan teori semata.

Muhamad Affandi menuturkan bahwa literasi finansial tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur keuangan, tetapi juga berperan dalam membentuk pola pikir kewirausahaan, seperti sikap proaktif, inovatif, keberanian mengambil risiko secara terukur, serta orientasi terhadap pertumbuhan usaha. Namun, proses tersebut tetap dipengaruhi oleh kebiasaan konsumtif, tekanan sosial, tingkat pendidikan, dan pemahaman terhadap layanan keuangan formal.

Baca Juga  Kualitas Puskesmas Desa Dibahas DPRD Barito Utara untuk Tingkatkan Pelayanan

Model LF-APTS diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pemerintah daerah, maupun berbagai lembaga terkait sebagai alternatif pemberdayaan ekonomi masyarakat. Keberadaan PKBM Luthfillah dan modal sosial warga Puntun dinilai menjadi potensi besar untuk mendukung implementasi model tersebut secara berkelanjutan.

Melalui penelitian yang merupakan bagian dari Skema Penelitian Terapan Program Pascasarjana UPR Tahun 2026 ini, tim peneliti berharap hasil kajian dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Pendidikan Masyarakat sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan program pemberdayaan ekonomi yang lebih kontekstual, sehingga masyarakat mampu mengembangkan usaha secara lebih mandiri, terencana, dan berkelanjutan. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts