AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

UPR Kukuhkan 1.267 Lulusan Siap Mengabdi untuk Bangsa

19
×

UPR Kukuhkan 1.267 Lulusan Siap Mengabdi untuk Bangsa

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Suasana prosesi Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor Universitas Palangka Raya di Kalawa Convention Hall yang dihadiri jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta keluarga wisudawan.

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali mengukuhkan sebanyak 1.267 lulusan Program Sarjana, Magister, dan Doktor dalam prosesi wisuda yang digelar di Kalawa Convention Hall. Ribuan lulusan tersebut diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional, sekaligus membawa nama baik almamater di berbagai bidang pengabdian.

Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., Asean Eng, mengatakan momentum wisuda merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dilalui para mahasiswa melalui kerja keras, ketekunan, serta doa yang mengantarkan mereka menuju jenjang kehidupan yang lebih baik. “Momen kelulusan ini merupakan wujud nyata dari komitmen, dedikasi, serta bentuk pertanggungjawaban akademik Universitas Palangka Raya kepada masyarakat dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya, baru-baru ini.

Prosesi wisuda kali ini mencatat sebanyak 1.172 lulusan Program Sarjana, 92 lulusan Program Magister, dan tiga lulusan Program Doktor. Jumlah tersebut menambah deretan alumni UPR yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor pembangunan, baik di Kalimantan Tengah maupun di tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Salampak juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan beserta keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan. Menurutnya, keberhasilan para lulusan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi pencapaian bersama bagi keluarga dan Universitas Palangka Raya.

Baca Juga  Wabup Barsel Lepas Kontingen Sumpah Pemuda ke-97 ke Sukamara

Pelaksanaan wisuda tahun ini turut menandai keberhasilan implementasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif. Program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki pengalaman kerja dan kompetensi profesional untuk memperoleh pengakuan akademik melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

“Lulusan dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat menjangkau lebih banyak kalangan dengan tetap menjaga mutu akademik. Pengalaman profesional yang dimiliki peserta menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran,” kata Prof. Salampak.

Pada periode wisuda ini, lulusan jalur RPL terdiri atas 137 lulusan Program Sarjana dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 18 lulusan Program Magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta 19 lulusan Program Magister dari Program Pascasarjana. Capaian tersebut memperlihatkan semakin berkembangnya implementasi pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain menyampaikan apresiasi atas capaian akademik para lulusan, Rektor UPR juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap persoalan lingkungan yang saat ini masih menjadi tantangan di Kalimantan Tengah, terutama ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Baca Juga  Sinergi Data Ekonomi Kalteng Makin Kuat dalam Temu Responden 2025

“Kondisi terkini menuntut kepedulian dan tindakan nyata dari kita semua. Kita harus menjadi yang terdepan dalam membangun kesadaran mitigasi bencana, mengedukasi masyarakat, dan merumuskan kebijakan pelestarian lingkungan,” tegasnya.

Pelaksanaan wisuda yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran Senat Universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta ribuan keluarga wisudawan. Melalui pengukuhan 1.267 lulusan baru dan penguatan pendidikan inklusif melalui Program RPL, UPR terus menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang profesional, berdaya saing, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah dan Indonesia. (Red/Adv)

Facebook Comments Box
+ posts