DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Faridawat Serap Aspirasi terkait Infrastruktur dan CSR di Desa Fajar Harapan

×

Faridawat Serap Aspirasi terkait Infrastruktur dan CSR di Desa Fajar Harapan

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh saat kegiatan Reses perseorangan di Desa Fajar Harapan, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, belum lama ini.

KASONGAN — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh (FDA), melaksanakan reses perseorangan pada masa persidangan II Tahun Sidang 2026 di Desa Fajar Harapan, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, belum lama ini.

Kegiatan yang berlangsung pada 5 hingga 12 April 2026 tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga Desa Fajar Harapan menyampaikan sejumlah usulan yang berkaitan dengan kebutuhan mendesak di wilayah mereka, terutama terkait infrastruktur jalan, fasilitas keagamaan, serta persoalan lingkungan.

Warga mendorong pemerintah daerah, khususnya bupati, agar dapat menagih tanggung jawab perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR) guna membantu perbaikan infrastruktur jalan desa. Hal ini disampaikan mengingat kondisi jalan yang sering mengalami kerusakan.

“Kami mendorong pemerintah, khususnya bupati, untuk menagih CSR dari perusahaan sebagai wujud pertanggungjawaban dalam membantu perbaikan infrastruktur jalan. Saat musim hujan jalan di Desa Fajar Harapan selalu becek dan banjir, sedangkan saat musim kemarau masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya baru-baru ini.

Selain itu, warga juga menyoroti pembangunan infrastruktur jalan desa yang hingga kini belum terealisasi di tingkat kabupaten. Padahal, usulan tersebut telah disepakati di tingkat desa dan kecamatan.

“Kami juga mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan desa yang sebenarnya sudah disepakati di tingkat desa dan kecamatan, namun sampai sekarang belum bisa direalisasikan di tingkat kabupaten karena adanya efisiensi anggaran,” katanya.

Baca Juga  Fairid Naparin Perkuat Wawasan Kepemimpinan Nasional

Di sektor keagamaan, warga mengusulkan perbaikan atau rehabilitasi Mushola Nurul Huda yang berada di jalur dua. Mushola tersebut saat ini difungsikan sebagai tempat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), namun kapasitasnya dinilai tidak memadai.

“Kami mengusulkan perbaikan Mushola Nurul Huda karena saat ini digunakan sebagai tempat TPA, tetapi ukurannya kecil sehingga tidak mampu menampung jamaah, terutama saat salat tarawih yang sering berdesakan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, warga juga mengusulkan peningkatan akses jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) sepanjang kurang lebih 700 meter. Kondisi jalan yang sering becek saat hujan menjadi kendala bagi masyarakat.

“Kami juga berharap adanya peningkatan jalan menuju TPU sepanjang kurang lebih 700 meter, karena saat hujan kondisi jalan sangat becek dan menyulitkan masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Rakyat asal Dapil Kalteng I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas ini menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan reses menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sehingga program pembangunan yang dirancang dapat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan perjuangkan melalui mekanisme yang ada, baik dalam pembahasan di DPRD maupun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, agar program yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Kalteng Sambut Hangat Tokoh Nasional di Istana Isen Mulang, Dorong Pemuda Berkarakter

Ketua DPW Partai NasDem Kalteng ini juga menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar serta pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan hal yang harus menjadi prioritas, mengingat dampaknya sangat besar terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, baik dari sisi infrastruktur maupun lingkungan. Dengan dukungan semua pihak, termasuk perusahaan melalui CSR, diharapkan persoalan yang ada dapat segera ditangani,” ujarnya lagi.

Kegiatan reses tersebut berlangsung dengan suasana dialogis dan penuh partisipasi masyarakat. Warga diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan secara terbuka kepada wakil rakyat.

Melalui reses ini, diharapkan berbagai kebutuhan masyarakat Desa Fajar Harapan dapat segera ditindaklanjuti dalam program pembangunan daerah, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Red/Adv)

+ posts