HEADLINE

Mengintegrasikan Aspek Ekonomi Sosial dan Lingkungan, Sukses Menghantarkan Evi Feronika Jadi Guru Besar Agrobisnis

×

Mengintegrasikan Aspek Ekonomi Sosial dan Lingkungan, Sukses Menghantarkan Evi Feronika Jadi Guru Besar Agrobisnis

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Prof. Dr. Ir. Evi Feronika Elbaar, MSi resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar 

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan dunia akademik dengan mengukuhkan seorang Guru Besar dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Aula Rahan, Lantai 2 Gedung Rektorat UPR, Rabu, 15 April 2026 pagi.

Sidang Terbuka Senat Universitas tersebut dipimpin Ketua Senat UPR, Prof. Dr. Petrus Poerwadi, M.S., didampingi jajaran senat universitas. Kegiatan ini juga dihadiri Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam prosesi pengukuhan, Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, MS., IPU., secara resmi mengalungkan gordon kepada Prof. Dr. Ir. Evi Feronika Elbaar, MSi sebagai simbol kehormatan akademik tertinggi.

Pengukuhan tersebut menetapkan Evi Feronika Elbaar sebagai Guru Besar dalam bidang Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan pada Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan UPR.

FOTO Ist.: Prof. Dr. Ir. Evi Feronika Elbaar, MSi resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar

Setelah prosesi pengukuhan, Prof. Dr. Ir. Evi Feronika Elbaar, MSi menyampaikan orasi ilmiah bertajuk strategi transformasi agribisnis berkelanjutan di lahan gambut Kalimantan Tengah untuk mendukung ketahanan pangan.

Dalam orasi ilmiahnya, ia menyoroti urgensi pendekatan inovatif yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengelolaan agribisnis di wilayah gambut.

Menurutnya, lahan gambut memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan jika dikelola dengan prinsip keberlanjutan yang tepat dan berbasis ilmu pengetahuan. Namun, pengelolaan yang tidak bijak justru dapat memicu kerusakan lingkungan yang berdampak jangka panjang.

Baca Juga  Fairid Naparin Hadiri Welcome Dinner Raker APEKSI Komwil V di Banjarmasin

“Transformasi agribisnis di lahan gambut harus dilakukan melalui pendekatan terpadu yang mengedepankan konservasi ekosistem sekaligus meningkatkan produktivitas. Hal ini penting agar ketahanan pangan dapat tercapai tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” ujarnya, lRabu (15/04/2026).

Ia menegaskan bahwa strategi tersebut perlu didukung oleh riset yang berkelanjutan, penerapan teknologi tepat guna, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai pelaku utama di sektor pertanian.

FOTO Ist.: Prof. Dr. Ir. Evi Feronika Elbaar, MSi bersama jajaran Senat Universitas Palangka Raya.

“Pendekatan berbasis kearifan lokal juga harus menjadi bagian penting dalam pengelolaan lahan gambut, karena masyarakat setempat memiliki pengetahuan yang telah teruji dalam menjaga keseimbangan alam,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk mempercepat implementasi model agribisnis berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, MS., IPU., menyampaikan bahwa pengukuhan Guru Besar merupakan capaian akademik tertinggi yang tidak hanya menjadi kebanggaan individu, tetapi juga institusi dan masyarakat luas.

“Pengukuhan ini menjadi bukti komitmen UPR dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan daerah,” katanya.

Baca Juga  UMKM Butuh Kebijakan yang Lebih Konkret

Ia juga menekankan bahwa kehadiran Guru Besar diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas.

“Guru Besar memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terus menghasilkan inovasi dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang strategis seperti pertanian berkelanjutan,” imbuhnya.

Kehadiran Yuas Elko dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap kontribusi akademisi dalam pembangunan, khususnya dalam mendorong sektor pertanian yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

Momentum pengukuhan ini sekaligus mempertegas peran penting dunia akademik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan serta berorientasi pada ketahanan pangan jangka panjang. (Red/Adv)

+ posts