EKONOMI & BISNISHEADLINENASIONALPEMKOT PALANGKA RAYA

Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan Daerah 

12
×

Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan Daerah 

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Wakil Wali Kota Palangka Raya, Ir. H. Achmad Zaini, M.P., menyampaikan sambutan saat pembukaan pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kahayan Ballroom Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Hasil Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) diharapkan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran di Kota Palangka Raya. Karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya bersama Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen memastikan pelaksanaan sensus berjalan optimal melalui pelatihan petugas dan penguatan partisipasi masyarakat.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan pencanangan dan pembukaan pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Kahayan Ballroom Swiss-Belhotel Danum, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Kota Palangka Raya. Kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota Palangka Raya, Ir. H. Achmad Zaini, M.P., perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah undangan lainnya.

Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, S.Si., M.A., mengatakan data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi instrumen penting dalam memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi serta perkembangan usaha di daerah. Oleh sebab itu, dukungan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi faktor utama untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan

“Dukungan Pemerintah Kota Palangka Raya merupakan energi besar bagi kami untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda BPS semata, tetapi merupakan kebutuhan bersama untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan perkembangan usaha di daerah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran,” ungkapnya, Selasa (09/06/2026).

Menurut Amos, kualitas kebijakan pembangunan sangat dipengaruhi kualitas data yang dimiliki pemerintah. Karena itu, BPS memastikan seluruh petugas lapangan mendapatkan pelatihan dan pembekalan secara menyeluruh sebelum menjalankan tugas pendataan.

Pembekalan tersebut meliputi pemahaman konsep sensus, teknik wawancara, etika berinteraksi dengan responden, penggunaan aplikasi pendataan, hingga tata cara menjaga kualitas data selama proses pengumpulan informasi berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar setiap petugas mampu menjalankan tugas secara profesional dan menghasilkan data yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Baca Juga  Membangun Atmosfer Akademik, Warga Civitas Akademika UPR Antusias Ikuti Lomba Memancing Bersama

Amos menegaskan bahwa akurasi data menjadi tujuan utama pelaksanaan sensus. Oleh karena itu, petugas tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai tanggung jawab dan integritas dalam proses pengumpulan data..

“Selama bertugas, para petugas SE2026 juga dibekali dengan tanda pengenal dan mengenakan rompi sebagai identitas mereka. Kami berharap masyarakat dapat menerima kehadiran petugas dengan baik serta memberikan informasi yang benar dan lengkap. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan sensus ini karena kualitas data yang dihasilkan bergantung pada keterbukaan dan kerja sama seluruh pihak,” ungkapnya

Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, S.E., yang diwakili Wakil Wali Kota Palangka Raya, Ir. H. Achmad Zaini, M.P., menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah karena hanya dilaksanakan satu kali dalam kurun waktu sepuluh tahun. Kesempatan tersebut dinilai sangat penting untuk memperoleh potret menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi yang berkembang di Kota Palangka Raya.

Menurut Achmad Zaini, hasil sensus nantinya akan memberikan informasi lengkap mengenai jumlah pelaku usaha, karakteristik usaha, persebaran kegiatan ekonomi, serta perkembangan sektor usaha di berbagai wilayah Kota Palangka Raya. Data tersebut akan menjadi landasan penting dalam penyusunan program pembangunan yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan, pemerintah membutuhkan data yang akurat untuk menentukan arah pembangunan ekonomi daerah, mulai dari penguatan sektor usaha, peningkatan investasi, pemberdayaan pelaku UMKM, hingga penyusunan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Achmad Zaini mengajak seluruh unsur masyarakat, perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan, kelurahan, RT, dan RW, serta para tokoh masyarakat untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat akan menentukan kualitas data yang diperoleh dan berdampak langsung terhadap kualitas kebijakan yang dihasilkan.

Baca Juga  Pentingnya Pembangunan yang Merata bagi Semua Kalangan

“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha, agar berpartisipasi aktif dan memberikan data yang benar kepada petugas. Dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas. Data yang baik akan melahirkan kebijakan yang baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Achmad Zaini menuturkan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih terukur dan berkelanjutan, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh kalangan akademisi, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pengembangan ekonomi daerah.

Melalui pelaksanaan pelatihan petugas yang terstruktur dan dukungan seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama BPS optimistis Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data berkualitas yang mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan bagi kemajuan Kota Palangka Raya. (Red/ADV)

+ posts