DPRD PALANGKA RAYAHEADLINE

Distribusi Pupuk Bersubsidi Harus Menyentuh Petani Secara Langsung

210
×

Distribusi Pupuk Bersubsidi Harus Menyentuh Petani Secara Langsung

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Erlan Audri.

PALANGKARAYA – Ketepatan distribusi pupuk bersubsidi menjadi perhatian serius anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Erlan Audri. Ia menilai kelancaran pasokan pupuk akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas sektor pertanian daerah dan kesejahteraan petani lokal.

Kondisi ketersediaan pupuk untuk tahun 2025 disebut cukup memadai. Namun, menurut Erlan, hal itu harus dibarengi dengan strategi distribusi yang tepat sasaran agar pupuk benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan, bukan justru mengendap atau disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab.

“Ketersediaan pupuk pertanian di Kota Palangka Raya pada tahun 2025 ini diperkirakan mencukupi. Oleh karena itu, dalam pendistribusiannya harus tepat sasaran,” ujar Erlan, Rabu (02/07/2025).

Ia menyebut distribusi pupuk bersubsidi bukan sekadar soal logistik, melainkan bagian dari strategi ketahanan pangan daerah. Ketidaktepatan sasaran, katanya, bisa berdampak langsung pada hasil panen dan pendapatan petani.

“Distribusi pupuk yang tepat sasaran penting agar petani tidak mengalami kendala dalam memperoleh pupuk yang dibutuhkan,” tambahnya.

Baca Juga  Investor Pasar Modal Kalimantan Tengah Terus Bertambah Signifikan Hingga Awal 2025

Menurut laporan lapangan, masih banyak petani yang menggantungkan harapan pada pupuk bersubsidi, terutama mereka yang mengelola lahan kecil dan berpenghasilan rendah. Ironisnya, distribusi pupuk sering kali mengalami hambatan mulai dari keterlambatan hingga jumlah yang tidak sesuai.

Untuk itu, Erlan mendorong pemerintah kota agar mengambil langkah konkret dan sistematis, mulai dari pendataan ulang petani penerima hingga pengawasan distribusi secara digital berbasis lokasi.

Ia menilai pengawasan berbasis teknologi sangat mungkin diterapkan untuk mencegah penyelewengan, sekaligus memberikan transparansi kepada publik soal alur distribusi pupuk bersubsidi.

“Langkah konkret harus segera disiapkan agar kebutuhan pupuk bisa terpenuhi dengan baik dan tidak terlambat saat musim tanam tiba,” ucapnya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi serta keterlibatan kelompok tani untuk menciptakan sistem distribusi yang adil, efisien, dan berkelanjutan.

Baca Juga  BPKP Dorong Evaluasi Program, Pemprov Kalteng Targetkan Stunting Turun 20,6 Persen di 2025

“Pupuk adalah fondasi dari hasil pertanian. Kalau distribusinya kacau, maka ketahanan pangan pun ikut goyah,” tandas Erlan. (Red/Adv)

+ posts