PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh (FDA), melaksanakan reses perseorangan di daerah pemilihan Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, belum lama ini.
Kegiatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait pembangunan infrastruktur jalan.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu persoalan yang mencuat adalah belum tuntasnya pembangunan semenisasi jalan di kawasan Mendawai 6 dan 7.
Warga menilai kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa kejelasan lanjutan pengerjaan.
Ketua RT 05, H. Nurzaini, menyampaikan bahwa usulan semenisasi jalan sepanjang kurang lebih 300 meter telah diajukan berulang kali oleh warga. Namun, realisasi yang terjadi di lapangan dinilai belum maksimal.
“Usulan semenisasi jalan sepanjang kurang lebih 300 meter di Mendawai 6 dan 7 telah kami ajukan beberapa kali. Namun, baru terealisasi sekitar 40 meter dan kini terbengkalai tanpa kejelasan sumber anggaran, sehingga menyisakan gundukan yang mengganggu mobilitas warga,” ujarnya, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang tidak selesai dikerjakan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, terutama saat musim hujan
Menurutnya, warga sangat berharap adanya kejelasan dan tindak lanjut dari pemerintah terkait kelanjutan pembangunan jalan tersebut. Infrastruktur jalan yang layak dinilai menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas ekonomi maupun sosial.
Menanggapi hal tersebut, Faridawaty Darland Atjeh (FDA), menyatakan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian dan bahan evaluasi untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di lapangan, sehingga kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran.
Selain itu, FDA juga mengapresiasi partisipasi aktif warga dalam menyampaikan aspirasi secara terbuka. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata.
Melalui reses ini, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di bidang infrastruktur, dapat segera mendapatkan solusi yang konkret dan berkelanjutan.
Kegiatan reses tersebut menjadi bukti komitmen DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung di lapangan. (Red/Adv)











