HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Rakor HBKN 2026, Pemprov Kalteng Tekankan Pengawasan Distribusi dan Stok Pangan Jelang Ramadan

43
×

Rakor HBKN 2026, Pemprov Kalteng Tekankan Pengawasan Distribusi dan Stok Pangan Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi Daerah Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok, Kamis (12/2/2026), di Aula BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Tengah.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengatakan, momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) setiap tahun identik dengan peningkatan permintaan berbagai komoditas strategis.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi secara cermat.

Menurutnya, peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri merupakan pola yang terus berulang. Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu memperkuat langkah mitigasi agar tekanan inflasi tidak berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat.

“Datangnya Hari Besar Keagamaan selalu diiringi dengan peningkatan permintaan terhadap beberapa komoditas barang kebutuhan pokok tertentu. Variasi konsumsi masyarakat yang semakin beragam turut mendorong meningkatnya permintaan tersebut,” ucapnya.

Yuas menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengendalikan laju inflasi. Pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota diminta aktif melakukan pemantauan harga di pasar, memastikan ketersediaan stok, serta mempercepat respons apabila ditemukan indikasi kelangkaan atau lonjakan harga.

Baca Juga  Dukung Ekonomi Rakyat, Gubernur Kalteng Resmikan Koperasi Merah Putih di Kotim

“Kondisi peningkatan inflasi yang selalu berulang setiap tahunnya tentunya perlu kita antisipasi dan waspadai secara bersama-sama melalui sinergi dari berbagai pihak, sehingga laju kenaikan inflasi lebih lanjut dapat kita tekan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan distribusi antarwilayah di Kalimantan Tengah, termasuk ketergantungan pasokan dari luar daerah, menjadi faktor yang harus dikelola dengan baik. Fluktuasi harga yang tidak terkendali berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Dalam rapat tersebut, sejumlah langkah strategis dibahas, di antaranya penguatan kerja sama perdagangan antar daerah, optimalisasi peran Perum BULOG dan BUMN Pangan dalam distribusi beras serta komoditas penting lainnya, hingga pengawasan distribusi LPG agar tetap tersedia di tingkat konsumen.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah Norhani menyampaikan bahwa koordinasi lintas daerah menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan menghadapi HBKN 2026.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memantau kesiapan daerah dalam menjaga kelancaran arus distribusi barang kebutuhan pokok, sehingga masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri dalam keadaan tenang, aman, dan penuh sukacita,” ujarnya.

Baca Juga  Job Fair SMKN 4 Palangka Raya, Jembatan Menuju Dunia Kerja untuk Alumni

Melalui langkah antisipatif dan pengawasan terpadu, pemerintah daerah berharap stabilitas harga tetap terjaga serta kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik. (red/adv)

+ posts