HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Maulid Nabi Jadi Penguat Karakter Santri, Agustiar Ajak Bersatu Jaga Kalteng dari Karhutla

5
×

Maulid Nabi Jadi Penguat Karakter Santri, Agustiar Ajak Bersatu Jaga Kalteng dari Karhutla

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya berkaitan dengan sejarah kelahiran Nabi, Maulid juga menjadi ruang untuk memperkuat akhlak, kepedulian sosial, persatuan, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat menghadiri Peringatan Maulid Rasul sekaligus Milad Ke-2 Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin di Jalan Talawang Raya, Palangka Raya, Minggu (27/9/2026).

Agustiar menyampaikan, Rasulullah SAW merupakan sosok yang dapat menjadi teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai pemimpin, pendidik, dan motivator, Rasulullah mengajarkan pentingnya kejujuran, amanah, kecerdasan, serta keberanian dalam menyampaikan kebenaran.

Nilai itu tercermin melalui empat sifat utama Rasulullah SAW, yakni siddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, fathanah atau cerdas, serta tabligh atau menyampaikan kebenaran.

“Nilai-nilai inilah yang harus tertanam kuat di dalam dada anak-anakku para santri Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin. Masa depan Kalteng ada di tangan generasi muda,” ujar Agustiar.

Pesan itu menjadi penekanan bagi para santri agar pendidikan yang dijalani tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian dan akhlak. Generasi muda memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat karena nantinya akan menjadi bagian dari penerus pembangunan daerah.

Agustiar juga menyampaikan apresiasi atas perjalanan Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin yang telah memasuki usia ke-2 tahun. Atas nama Pemprov Kalteng, ia memberikan penghargaan kepada pengelola, pengasuh, tenaga pendidik, serta seluruh keluarga besar pesantren yang terus menjalankan kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan.

Baca Juga  Arton Dukung Penguatan Pengawasan Keamanan Pangan di Kalimantan Tengah

Keberadaan pesantren diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter, dan kepedulian terhadap kehidupan sosial. Nilai keagamaan yang diperoleh para santri juga diharapkan dapat diterapkan ketika mereka kembali berada di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Agustiar mengaitkan keteladanan Rasulullah SAW dengan persoalan lingkungan yang sedang dihadapi Kalteng. Saat ini, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian sehingga diperlukan kepedulian bersama untuk mencegah meluasnya dampak kebakaran.

Ia mengajak masyarakat meneladani ajaran Rasulullah SAW sebagai rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam. Salah satu bentuk penerapannya dapat dilakukan dengan menjaga lingkungan, mencegah kerusakan alam, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi di sekitar.

Pencegahan Karhutla, lanjut Agustiar, membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, petugas, relawan, tokoh masyarakat, hingga warga memiliki peran masing-masing dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi kebakaran.

Masyarakat juga diajak memperkuat semangat gotong royong dengan saling mengingatkan dan memberikan dukungan kepada petugas maupun relawan yang berada di lapangan. Kesadaran bersama menjadi bagian penting agar upaya pencegahan dan penanganan Karhutla dapat berjalan lebih optimal.

Selain melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan, Agustiar mengajak masyarakat memperbanyak doa dan istigfar agar Allah SWT menurunkan hujan di wilayah Kalteng. Ikhtiar spiritual itu berjalan beriringan dengan upaya nyata pemerintah dan Tim Satgas dalam menghadapi Karhutla.

Agustiar juga menekankan arti penting persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan. Kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan yang diperlukan, terlebih ketika daerah menghadapi kondisi yang membutuhkan kerja sama lintas elemen.

Baca Juga  Semangat Persatuan dan Nasionalisme Digelorakan Jelang HUT RI ke-80

“Kalau kita tercerai berai, kita tidak akan kuat. Tapi, kalau kita bersatu, kita akan kuat,” pungkas Agustiar.

Sementara itu, Al Habib Syafiq Bin Ali Ridho BSA dalam ceramahnya mengingatkan jemaah agar menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk kembali bercermin pada kehidupan dan akhlak Rasulullah SAW.

Ia menyampaikan, Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk menjadi teladan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diisi dengan upaya memahami dan menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan.

“Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk benar-benar menjadi teladan bagi seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Peringatan Maulid Rasul dan Milad Ke-2 Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin pun menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, kepedulian sosial, serta semangat menjaga lingkungan. Nilai-nilai itu diharapkan tumbuh di kalangan santri dan masyarakat sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bersama di Kalteng. (adv)

Facebook Comments Box
+ posts