HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pemprov Kalteng Intensifkan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Kendalikan Harga Jelang Ramadan

189
×

Pemprov Kalteng Intensifkan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Kendalikan Harga Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang dilaksanakan Kamis (5/2/2025) tersebut diawali dengan apel dan titik kumpul di depan Bank BRI Jalan Ahmad Yani Palangka Raya.

Tim kemudian bergerak melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi, antara lain Pasar Besar, Pasar Kahayan, distributor dan pengecer LPG, serta Gudang Bulog Palangka Raya.

Sidak dihadiri Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, perwakilan Perum Bulog Kanwil Kalteng, Polda Kalteng, unsur TNI, serta instansi terkait lainnya.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Yuas Elko menyampaikan, hasil pemantauan menunjukkan stok bahan pangan strategis, khususnya beras di Gudang Bulog, dalam kondisi aman untuk empat hingga enam bulan ke depan.

Ketersediaan beras medium di tingkat pedagang besar juga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

“Ketersediaan stok relatif aman. Pemerintah ingin memastikan distribusi berjalan lancar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan bahan pokok,” ujarnya.

Namun demikian, tim mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas cabai rawit dan cabai merah yang berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Selain itu, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer juga menjadi perhatian karena berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp38.000 di Kota Palangka Raya, bahkan mencapai Rp50.000 hingga Rp60.000 di sejumlah wilayah pedalaman.

Menurut Yuas, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama.

Ia mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menyusun kebijakan penetapan harga LPG di tingkat pengecer dengan mempertimbangkan jarak distribusi dari pangkalan, sehingga harga lebih terstandar dan tidak memberatkan masyarakat.

Pemerintah Provinsi bersama TPID juga merencanakan pelaksanaan pasar murah atau operasi pasar sebagai langkah intervensi apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Agus Candra menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pangan segar serta memastikan suplai, termasuk dari luar daerah, tetap terjaga.

Ia mengakui bahwa menjelang awal Ramadan biasanya terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas.

Namun berdasarkan pola sebelumnya, harga cenderung kembali stabil setelah memasuki pekan pertama Ramadan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala agar menjelang Idulfitri kenaikan harga tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat,” pungkasnya. (red/adv)

+ posts
Baca Juga  CMSE 2025 Hadirkan Semangat Inklusi dan Akses Pasar untuk Semua