EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

FGD Pemprov dan OJK Kalteng Bahas UMKM Jadi Motor Utama Pembangunan Daerah 

6
×

FGD Pemprov dan OJK Kalteng Bahas UMKM Jadi Motor Utama Pembangunan Daerah 

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah Kalimantan Tengah, sinergitas dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama yang tidak dapat ditawar. Upaya ini penting untuk memastikan setiap potensi daerah dapat dikelola secara optimal, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diharapkan dapat tumbuh bersama sebagai aktor ekonomi utama yang menggerakkan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Asisten II Sekda Kalimantan Tengah, Darliansjah, pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Aula Eka Hapakat, Lantai 3, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (24/04/2026).

Kegiatan tersebut turut menghadirkan opening speech dari Pj. Sekda Provinsi Kalimantan Tengah serta diikuti oleh peserta dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Jasa Keuangan (LJK), hingga para pelaku usaha di wilayah setempat.

Darliansjah mengapresiasi pelaksanaan FGD yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah. Ia menilai forum tersebut menjadi ruang strategis dalam merumuskan langkah konkret untuk memperkuat peran UMKM dalam struktur ekonomi daerah.

“Untuk itu, kolaborasi dan sinergitas antara OJK, perbankan, Himbara, Kadin, bank daerah, serta pemerintah daerah melalui OPD-OPD harus terus diperkuat guna mendorong kemajuan dan kemandirian UMKM di Bumi Tambun Bungai ini. Sinergi ini tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi perlu diwujudkan dalam program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kapasitas, hingga perluasan pasar,” ujarnya, baru-baru ini.

Baca Juga  Dukung Raperda MBLB, Faksi NasDem Ingatkan Pemprov Terkait Hal Ini

Ia menambahkan, penguatan UMKM harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Dengan dukungan lintas sektor, UMKM diyakini dapat menjadi tulang punggung ekonomi yang tangguh.

Darliansjah berharap ke depan setiap kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah dapat memiliki UMKM unggulan yang mencerminkan potensi khas daerah masing-masing.

“Ke depan, setiap daerah di Kalimantan Tengah diharapkan memiliki UMKM yang mampu menghasilkan produk unggulan. Dengan demikian, masing-masing wilayah dapat memperkuat identitas ekonominya sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. Hal ini juga akan membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kalimantan Tengah baru saja melaksanakan Misi Dagang dan Investasi bersama Provinsi Jawa Timur yang digelar di M Bahalap Hotel Palangka Raya, Kamis (23/04/2026).

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi ekonomi dan mendorong peningkatan investasi antarwilayah,” imbuhnya.

Forum tersebut mempertemukan pelaku usaha dari Kalimantan Tengah dan Jawa Timur untuk saling memasok komoditas unggulan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama baru yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi kedua daerah.

Darliansjah menyatakan keyakinannya bahwa FGD yang diinisiasi OJK Kalimantan Tengah akan menghasilkan formulasi kebijakan yang tepat dalam pemberdayaan UMKM.

“Saya sangat meyakini, kegiatan FGD yang digagas oleh Kepala OJK Kalimantan Tengah memiliki tujuan untuk mencari skema pemberdayaan ekonomi UMKM yang tepat dan aplikatif. Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis yang mampu menjawab tantangan pelaku UMKM, sekaligus mempercepat transformasi ekonomi daerah berbasis potensi lokal,” ujarnya lagi.

Baca Juga  Bangun Inisiatif Edukasi Keuangan Global, OJK dan OECD Tingkatkan Kolaborasi 

Sementara itu, Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergitas menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif.

Ia menyampaikan bahwa OJK Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang diskusi dan kolaborasi melalui berbagai kegiatan, salah satunya FGD ini.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi antar pihak melalui kegiatan FGD ini sebagai upaya bersama dalam merumuskan skema pemberdayaan ekonomi UMKM yang paling tepat. Harapannya, hasil dari forum ini tidak hanya menjadi bahan diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan UMKM di Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, otoritas keuangan, serta pelaku usaha, diharapkan UMKM di Kalimantan Tengah mampu berkembang menjadi sektor unggulan yang berdaya saing tinggi. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Red/Adv)

+ posts