EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

OJK Kalteng Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat di Kalteng Expo 2026

17
×

OJK Kalteng Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat di Kalteng Expo 2026

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Peningkatan literasi keuangan dan pelindungan konsumen dalam kegiatan Kalteng Expo Tahun 2026 di Kota Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Kalimantan Tengah memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui partisipasi aktif pada Kalteng Expo Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan produk dan layanan jasa keuangan yang aman, legal, dan sesuai kebutuhan.

Partisipasi OJK Kalimantan Tengah diwujudkan melalui stan layanan yang beroperasi sejak 17 hingga 23 Mei 2026. Selama pelaksanaan kegiatan, stan tersebut telah dikunjungi sebanyak 124 pengunjung yang memanfaatkan berbagai layanan dan edukasi yang disediakan.

Dalam kegiatan tersebut, OJK bersama anggota FKIJK Kalimantan Tengah menghadirkan berbagai layanan, mulai dari konsultasi keuangan, edukasi literasi keuangan, akuisisi pembukaan rekening sektor perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi melalui talkshow pelindungan konsumen serta pengenalan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat dalam mengenali risiko kejahatan keuangan yang saat ini berkembang dengan berbagai modus.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan OJK untuk membangun masyarakat yang lebih cermat dalam mengambil keputusan keuangan, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keamanan transaksi dan perlindungan data pribadi.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Asisten Direktur Senior Kantor OJK ProviDan Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada, menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan dan pelindungan konsumen memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang semakin bijak dan terlindungi dalam memanfaatkan layanan sektor jasa keuangan.

Baca Juga  Pesona Tambun Bungai 2025: Kolaborasi Promosi UMKM dan Pariwisata Kalteng

“Masyarakat perlu memahami manfaat dan risiko setiap produk atau layanan keuangan, serta memastikan aspek legal dan logis sebelum mengambil keputusan. Kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan berbagai modus penipuan atau scam perlu terus ditingkatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran yang tidak wajar maupun permintaan data pribadi yang mencurigakan,” ujar Andrianto, baru-baru ini.

Ia menilai peningkatan literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan masyarakat memahami produk jasa keuangan, tetapi juga kemampuan dalam memilah informasi yang benar dan mengenali potensi risiko yang dapat merugikan.

Menurutnya, perkembangan teknologi di sektor jasa keuangan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan berupa meningkatnya risiko penipuan digital dan penyalahgunaan data pribadi.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya terhadap tawaran investasi maupun pinjaman yang menjanjikan keuntungan besar secara instan tanpa memperhatikan aspek legalitas dan rasionalitas produk yang ditawarkan.

OJK Provinsi Kalimantan Tengah juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menerima tawaran investasi, pinjaman, maupun layanan keuangan yang menjanjikan keuntungan tidak wajar, proses instan, atau meminta data pribadi secara tidak aman. Masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal resmi OJK melalui Kontak OJK 157 atau layanan digital apabila membutuhkan informasi maupun pengaduan terkait sektor jasa keuangan.

Baca Juga  UMKM Butuh Kebijakan yang Lebih Konkret

Melalui keterlibatan pada Kalteng Expo Tahun 2026, OJK Kalimantan Tengah bersama FKIJK menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses edukasi dan memperkuat perlindungan masyarakat terhadap berbagai risiko keuangan. Upaya tersebut diharapkan dapat membentuk masyarakat yang semakin cerdas, waspada, dan bijak dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan. (Red/ADV)

+ posts