EKONOMI & BISNISHEADLINENASIONAL

Edukasi OJK Perkuat Ketahanan Finansial Perempuan dan Masyarakat

15
×

Edukasi OJK Perkuat Ketahanan Finansial Perempuan dan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan perempuan melalui kolaborasi bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK). Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas edukasi keuangan kepada perempuan di seluruh Indonesia guna memperkuat kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan peningkatan literasi keuangan perempuan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin dinamis.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus meningkatkan peran perempuan sebagai penggerak kesejahteraan keluarga di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin dinamis,” kata Friderica saat memberikan edukasi keuangan kepada ribuan anggota TP-PKK dalam rangka Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (09/06/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” itu diikuti sekitar 4.000 anggota TP-PKK dari seluruh Indonesia. Sebanyak 1.000 peserta mengikuti kegiatan secara langsung, sementara 3.000 peserta lainnya bergabung secara

Dalam kesempatan tersebut, Friderica menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang cerdas secara finansial. Karena itu, peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dinilai menjadi faktor penting untuk menciptakan keluarga yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

“Literasi keuangan bagi perempuan bukan hanya tentang memahami uang, tetapi tentang membangun keluarga yang tangguh, melahirkan generasi yang cerdas finansial, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Friderica, program edukasi keuangan bagi perempuan sejalan dengan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) yang menempatkan perempuan sebagai salah satu kelompok prioritas. Perempuan dinilai memiliki kontribusi besar dalam keluarga, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perekonomian nasional.

Baca Juga  Dukung Ketersediaan Kantong Darah di PMI, Bank Indonesia Kalteng Gelar Donor Darah Borneo Decafest 

Ia menjelaskan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan perempuan bukan sekadar agenda edukasi, melainkan bagian dari strategi pemberdayaan yang mampu mendorong terciptanya keluarga yang mandiri dan ekonomi yang lebih inklusif.

“Melalui edukasi yang berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak perempuan, OJK berharap kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan semakin kuat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta terhindar dari berbagai aktivitas keuangan ilegal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menilai perempuan memiliki peran sentral sebagai pengelola keuangan keluarga sekaligus fondasi kesejahteraan masyarakat.

“Perempuan, khususnya Ibu-Ibu PKK, adalah kunci ketahanan keuangan keluarga sekaligus fondasi kesejahteraan masyarakat. Ketika perempuan berdaya secara finansial, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas,” kata Dicky.

Menurutnya, peran perempuan saat ini terus berkembang, tidak hanya sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi. Oleh sebab itu, peningkatan literasi keuangan diyakini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik bagi ekonomi keluarga maupun pembangunan ekonomi nasional.

Dicky juga mendorong anggota PKK untuk menjadi duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing. Dengan cara tersebut, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dapat terus disebarluaskan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen OJK yang secara konsisten menghadirkan program edukasi keuangan bagi perempuan. Menurutnya, literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun kesejahteraan keluarga dan meningkatkan kemampuan perempuan dalam menghadapi berbagai risiko keuangan.

Baca Juga  100 Hari Pertama Menjabat, Jika Terpilih Willy-Habib Siap Wujudkan Perubahan di Kalteng 

“Literasi keuangan adalah fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, perempuan menjadi lebih tangguh dalam mengelola keuangan dan terhindar dari praktik keuangan ilegal,” ujarnya.

Tri berharap program edukasi keuangan dapat terus diperluas hingga menjangkau perempuan di berbagai daerah. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyebarluaskan pemahaman pengelolaan keuangan yang sehat, dimulai dari keluarga hingga masyarakat luas.

Selain mendapatkan materi mengenai pentingnya literasi keuangan, para peserta juga memperoleh pembekalan terkait perencanaan keuangan keluarga, pengelolaan aset, investasi yang aman, serta pemanfaatan teknologi finansial secara cerdas dan bertanggung jawab. Melalui kolaborasi antara OJK dan TP-PKK tersebut, diharapkan semakin banyak perempuan Indonesia yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Red/adv)

+ posts