HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Hujan Deras Tak Hilangkan Ancaman Karhutla di Kalteng, BPBPK Tetap Siaga

66
×

Hujan Deras Tak Hilangkan Ancaman Karhutla di Kalteng, BPBPK Tetap Siaga

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa pekan terakhir memang membawa berkah sekaligus tantangan.

Di satu sisi, sebagian daerah kini dilanda banjir. Namun di sisi lain, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih belum sepenuhnya hilang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBPK Provinsi Kalteng, Alpius Patanan, menegaskan, ancaman karhutla tetap ada, terutama di wilayah rawan yang didominasi areal gambut pada bagian tenggara dan selatan provinsi.

“Personel di lapangan kami dorong untuk tetap siaga. Hujan memang sering turun, bahkan banjir melanda beberapa daerah, tapi karhutla tidak boleh diabaikan,” ujarnya, pqda Senin (8/9/2025).

Berdasarkan laporan harian per 7 September 2025, hanya terpantau satu titik hotspot tanpa kejadian karhutla maupun groundcheck. Tidak ada lahan terbakar pada periode tersebut.

Namun, secara akumulasi sejak 1 Januari hingga 7 September 2025, jumlah hotspot di Kalteng telah mencapai 1.793 titik. Dari jumlah itu, tercatat 485 kali kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 720,81 hektare.

Baca Juga  KPw-BI Kalteng Perkuat Literasi CBP Rupiah Selama Ramadan

Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 77 pos lapangan (poslap) penanggulangan karhutla telah diaktifkan di berbagai wilayah Kalteng. Pemerintah juga menetapkan status siaga darurat karhutla. Melalui SK Gubernur Kalteng Nomor 188.44/288/2025, status tersebut berlaku sejak 29 Juli hingga 20 Oktober 2025.

Beberapa kabupaten juga menetapkan status serupa, di antaranya Sukamara (11 Juni–8 September 2025), Kotawaringin Timur (1 Agustus–29 Oktober 2025), dan Kotawaringin Barat (4 Agustus–4 November 2025).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas personel di lapangan. Menurutnya, berbagai latihan, simulasi, hingga pengarahan langsung dari tim profesional rutin dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan.

“Kesiapsiagaan personel harus terus ditingkatkan. Bukan hanya menghadapi karhutla, tetapi juga kebakaran rumah warga yang akhir-akhir ini cukup sering terjadi,” katanya.

Toyib juga mengingatkan masyarakat agar ikut berperan aktif dalam pencegahan. “Kami mengimbau agar tidak melakukan pembakaran lahan kering atau membuang puntung rokok sembarangan. Waspada terhadap api, karena sedikit kelalaian bisa memicu bencana besar,” tambahnya.

Baca Juga  Dorongan Optimalisasi Anggaran Demi Layanan Kesehatan

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, Kalimantan Tengah menghadapi tantangan ganda: ancaman karhutla di musim kering serta risiko banjir saat curah hujan tinggi.

“Menjaga keseimbangan dalam penanganan bencana adalah tugas penting. Tetap siaga terhadap karhutla, sekaligus mengantisipasi dampak cuaca ekstrem lainnya,” pungkas Toyib. (red/adv)

+ posts