HEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

Generasi Muda Palangka Raya Didorong Miliki Literasi Kuat

37
×

Generasi Muda Palangka Raya Didorong Miliki Literasi Kuat

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA – Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Alman P. Pakpahan, menegaskan pembangunan kesadaran literasi di kalangan generasi muda menjadi prioritas utama daerah. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Festival Literasi 2025 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya baru-baru ini.

Alman menekankan bahwa pelajar merupakan aset masa depan yang harus dibekali kemampuan literasi kuat. Ia menyebut minat baca yang baik dapat memperluas wawasan sekaligus membentuk karakter pelajar secara positif.

“Jika minat baca tumbuh, wawasan akan berkembang, dan karakter mereka terbentuk lebih baik. Inilah fondasi pembangunan Palangka Raya yang lebih maju, dan berdaya saing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Alman menjelaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga meliputi kemampuan berpikir kritis dan adaptif terhadap perubahan zaman. Literasi modern yang mencakup literasi digital, media, dan finansial menjadi bagian penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

“Kita ingin anak-anak kita siap berkompetisi dan menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

Alman juga menyerukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar literasi menjadi gerakan bersama. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor seperti pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas literasi, penggiat budaya, hingga peran orang tua sangat diperlukan untuk membangun ekosistem literasi yang kuat.

Baca Juga  Agustiar Sabran - Edy Pratowo Daftarkan Diri ke KPU Kalteng Sebagai Cagub dan Cawagub

“Literasi berperan besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Literasi juga sebagai modal sosial yang dapat memperkuat sumber daya manusia dan menjadi penggerak kemajuan daerah,” pungkas Alman.

Festival Literasi 2025, yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya, menjadi wadah edukasi untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat di berbagai bidang. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat budaya membaca, memperluas wawasan, serta mendorong kebiasaan berpikir kritis di seluruh lapisan masyarakat.

Acara ini menampilkan sejumlah kegiatan interaktif, termasuk bedah buku, talkshow literasi, pameran kearsipan, dan bazar buku dari penerbit lokal. Peserta dapat belajar langsung dari narasumber serta memanfaatkan literasi digital untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan.

Alman berharap festival ini dapat menumbuhkan minat baca yang tinggi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin kreatif dan adaptif di masa depan.

“Kami ingin setiap lapisan masyarakat, terutama generasi muda, dapat memanfaatkan literasi untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif demi kemajuan daerah,” tutup Alman. (Red/ADV)

Baca Juga  Pelatihan BTCLS Usai, Tenaga Medis Kasongan Siap Tangani Gawat Darurat
+ posts