DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

DPRD Kalteng Nilai Kereta Api Dapat Jadi Solusi Transportasi Logistik Jangka Panjang

10
×

DPRD Kalteng Nilai Kereta Api Dapat Jadi Solusi Transportasi Logistik Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan.

PALANGKA RAYA – Dukungan terhadap rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan yang diusulkan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) terus menguat.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Bambang Irawan, menilai keberadaan transportasi berbasis rel tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengatasi berbagai persoalan distribusi logistik.

Menurut Bambang, Kalteng memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertambangan, perkebunan hingga kehutanan.

Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh infrastruktur transportasi yang memadai agar proses distribusi hasil produksi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Ia menjelaskan, konsep pembangunan kereta api sebenarnya telah lama diwacanakan dan diarahkan untuk mendukung pengangkutan logistik dari kawasan produksi menuju pusat pengolahan maupun pelabuhan.

Kehadiran moda transportasi tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat hilirisasi sumber daya alam di berbagai daerah.

“Dari dulu konsepnya memang untuk angkutan logistik dan sumber daya alam dari hulu ke hilir. Secara ekonomi ini sangat baik dan memang dibutuhkan daerah,” ujar Bambang, Jumat (12/6/2026).

Saat ini, sebagian besar distribusi komoditas unggulan masih mengandalkan jalur darat dengan kendaraan bertonase besar.

Kondisi tersebut, kata Bambang, menimbulkan berbagai tantangan, termasuk meningkatnya kerusakan jalan yang berdampak pada biaya perawatan infrastruktur serta kenyamanan masyarakat.

Baca Juga  Emas dan Ayam Ras Jadi Pendorong Utama Inflasi Oktober 2025

Selain itu, penggunaan jalan umum untuk aktivitas logistik skala besar juga kerap memunculkan keluhan dari warga di sejumlah wilayah.

Karena itu, diperlukan alternatif transportasi yang mampu mengakomodasi kebutuhan industri tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap fasilitas publik.

“Banyak jalan negara digunakan untuk aktivitas angkutan berat. Dampaknya kerusakan jalan sering terjadi dan muncul konflik antara masyarakat dengan perusahaan,” katanya.

Bambang menilai kereta api memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan transportasi darat konvensional, terutama dalam kapasitas angkut yang besar, efisiensi biaya operasional, serta kemampuan menjangkau kawasan produksi secara berkelanjutan.

Dengan sistem transportasi yang lebih terintegrasi, distribusi barang diharapkan menjadi lebih cepat dan kompetitif.

Ia juga meyakini pembangunan jalur kereta api akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Selain mendukung sektor industri dan investasi, proyek tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan kawasan ekonomi baru, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Meski demikian, Bambang menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam pelaksanaan proyek.

Ia berharap pemerintah dapat memastikan aspek pembiayaan, manfaat ekonomi, serta dampak sosial dan lingkungan menjadi perhatian utama sebelum pembangunan dilakukan.

“Kalau ini menjadi Proyek Strategis Nasional tentu harus didukung bersama. Tetapi jangan sampai pembiayaannya justru membebani negara dan rakyat,” tegasnya.

Baca Juga  Pemko Palangka Raya Fokus Kendalikan Inflasi Daerah

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, Bambang berharap rencana pembangunan jalur kereta api dapat direalisasikan secara bertahap dan terukur.

Menurutnya, infrastruktur tersebut akan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat daya saing Kalteng di masa depan sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

“Tujuan akhirnya tentu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalteng,” pungkasnya. (dam)

+ posts