AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Festival BERKAH Kalteng Ditutup, BI Siapkan Talenta Ekonomi Syariah

0
×

Festival BERKAH Kalteng Ditutup, BI Siapkan Talenta Ekonomi Syariah

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah resmi menutup rangkaian Festival BERKAH (Bulan Ekonomi Syariah Kalimantan Tengah), Sabtu (14/03/2026). Kegiatan penutup yang digelar di Kota Palangka Raya tersebut dirangkai dengan edukasi konsumen bertajuk Ngabuburide GEBER PEKA bersama komunitas sepeda lipat.

Festival BERKAH menjadi agenda yang bertujuan memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Tengah sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha dan talenta muda untuk menunjukkan potensi mereka. Kegiatan ini juga menjadi ajang seleksi bagi peserta yang berkesempatan melaju ke tingkat regional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa festival tersebut merupakan upaya nyata dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi syariah di daerah agar semakin kompetitif.

“Melalui Festival BERKAH, kami ingin menggali potensi ekonomi syariah di Kalimantan Tengah agar lebih berdaya saing. Para pemenang lomba hari ini bukan sekadar juara, melainkan duta yang akan membawa nama harum Kalimantan Tengah ke tingkat regional di Fesyar KTI. Kami berharap sinergi ini terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Bumi Tambun Bungai,” ujar Yuliansah Andrias, Sabtu (14/03/2026).

Ia menjelaskan, festival tersebut juga menjadi wadah untuk menjaring talenta ekonomi syariah dari berbagai bidang. Para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas produk maupun kreativitas mereka.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Optimistis Finalisasi Raperda Perpustakaan dan Kearsipan Segera Tuntas

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 21 pemenang dari berbagai kategori lomba diumumkan, mulai dari Halal Chef Competition hingga Modest Fashion Designer. Para pemenang dinyatakan memenuhi syarat atau eligible untuk mewakili Kalimantan Tengah pada Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.

Selain kompetisi ekonomi syariah, Bank Indonesia juga menghadirkan kegiatan edukasi perlindungan konsumen melalui program Ngabuburide GEBER PEKA (Gerakan Bersama Perlindungan Konsumen). Kegiatan ini melibatkan 76 pesepeda dari Komunitas HASI (Hakumpul Sepeda Lipat) Palangka Raya yang berkeliling kota sambil membagikan paket takjil kepada masyarakat.

Sebanyak 200 paket takjil dibagikan kepada warga, sekaligus disertai penyampaian edukasi mengenai pentingnya keamanan transaksi digital. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak memahami cara melindungi diri dari potensi penipuan dalam penggunaan layanan pembayaran digital.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Salah satu warga Jekan Raya, Palangka Raya, Arief, mengaku terkesan dengan konsep edukasi yang dikemas secara santai namun tetap informatif.

“Acaranya seru sekali, apalagi ada konsep Ngabuburide. Selain dapat takjil, kami juga jadi lebih paham cara menghindari penipuan pembayaran digital lewat edukasi yang diberikan. Sebagai warga Palangka Raya, saya bangga ada wadah seperti Festival BERKAH ini yang mendukung UMKM dan kreativitas anak muda lokal,” kata Arief.

Baca Juga  Muhajirin Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci Pengembangan Sektor Unggulan di Kalteng

Kesuksesan penyelenggaraan Festival BERKAH 2026 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia dengan sejumlah lembaga, di antaranya Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah, UIN Palangka Raya, serta SMK Negeri 3 Palangka Raya.

Melalui sinergi lintas instansi tersebut, pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Tengah diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Festival BERKAH juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung transformasi digital dan peningkatan daya saing ekonomi daerah. (Red/Adv)