TOKYO, JEPANG – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU, melaksanakan kunjungan kerja resmi ke Tokyo University of Agriculture (Tokyo NODAI) sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi internasional di bidang riset dan pendidikan lingkungan.
Kunjungan yang berlangsung selama beberapa hari ini menjadi bagian dari upaya UPR dalam mengembangkan jejaring global sekaligus meningkatkan kualitas riset berbasis lingkungan, khususnya pada ekosistem tropis dan lahan gambut. Agenda tersebut juga sejalan dengan visi UPR menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
Dalam kunjungan ini, Rektor UPR didampingi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Direktur Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG), serta Koordinator Legal UPR. Delegasi mengikuti rangkaian agenda intensif yang difokuskan pada penguatan inovasi akademik dan pengembangan riset kolaboratif.
Kegiatan diawali dengan pertemuan bersama Center for Global Initiatives serta jajaran pimpinan Faculty of Regional Environment Science Tokyo NODAI. Diskusi tersebut membahas pemanfaatan teknologi mutakhir dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan, baik di tingkat regional maupun global.
Selain berdiskusi, delegasi UPR juga meninjau sejumlah fasilitas unggulan dan laboratorium yang dimiliki Tokyo NODAI. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat peluang adaptasi teknologi yang dapat diterapkan di Indonesia, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam.
Dalam agenda akademik, Rektor UPR turut menghadiri forum ilmiah Science Café yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Lingkungan Regional Tokyo NODAI. Forum ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UPR bersama Direktur PPIIG memaparkan Pola Ilmiah Pokok (PIP) UPR yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan di wilayah lahan basah dan gambut. Ia juga memperkenalkan berbagai fasilitas riset strategis, termasuk Laboratorium Alam Hutan Gambut Sebangau serta peran PPIIG dalam inovasi restorasi gambut.
Kegiatan ini turut menghadirkan akademisi Tokyo NODAI yang memaparkan hasil penelitian di bidang kehutanan tropis, nutrisi tanah, teknologi penginderaan jauh untuk pertanian, serta estimasi cadangan karbon di ekosistem gambut. Partisipasi UPR dalam forum ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi institusi dalam pengembangan riset lingkungan.
Sebagai penutup kunjungan, Rektor UPR melakukan pertemuan resmi dengan Presiden Tokyo NODAI, Prof. Fumio Eguchi. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai bidang.
Kerja sama yang disepakati meliputi kolaborasi riset terpadu di bidang lingkungan dan ketahanan pangan, program pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi bersama.
“Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan bagi UPR untuk membawa kearifan lokal Kalimantan, khususnya ekosistem gambut, ke panggung sains global melalui kemitraan strategis dengan institusi ternama seperti Tokyo NODAI,” ujar Prof. Salampak, baru-baru ini.
Ia menambahkan bahwa kemitraan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam isu lingkungan global.
Melalui kunjungan ini, UPR optimistis dapat memperluas jejaring internasional serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Kolaborasi yang terbangun diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjawab tantangan global, khususnya terkait perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. (Red/Adv)










