DPRD KALIMANTAN TENGAH

DPRD Kalteng Ingatkan Risiko Karhutla Meningkat Seiring Kemarau Lebih Panjang

×

DPRD Kalteng Ingatkan Risiko Karhutla Meningkat Seiring Kemarau Lebih Panjang

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandouw.

PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng mengingatkan potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi musim kemarau 2026 yang datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.

Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya bagian utara, dinilai menjadi salah satu kawasan yang perlu diwaspadai.

Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kotim diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian pertama Juni 2026.

Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan yang berdampak pada meningkatnya kerentanan lahan, terutama di kawasan hutan dan gambut yang mudah terbakar.

Anggota DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandouw, menuturkan bahwa perubahan kondisi cuaca sudah mulai terasa, meski secara umum masih dalam kategori normal.

Namun, suhu yang lebih panas dan udara yang cenderung kering pada siang hari menjadi indikator awal yang perlu dicermati.

Baca Juga  Dewan Kalteng Dorong Pemda Buat Regulasi Pembatasan Zonasi Minimarket

“Memang secara umum masih relatif normal, tetapi siang hari sudah mulai terasa lebih kering. Ini yang harus diantisipasi sejak sekarang, terutama bagi masyarakat yang masih melakukan pembakaran, baik sampah maupun pembukaan lahan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan, kelalaian kecil seperti tidak memastikan api benar-benar padam dapat berujung pada kebakaran yang meluas, terlebih di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dinilai sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla.

Selain itu, Hero juga mendorong Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk melalui deteksi dini titik api, penguatan patroli, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat terkait bahaya karhutla.

Menurutnya, upaya kolaboratif harus terus diperkuat guna meminimalisasi risiko bencana kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga sektor transportasi.

Baca Juga  Anggota DPRD Kalteng ini Sebut Program Peningkatan SDM Harus Jadi Prioritas Utama

“Jangan sampai kita lengah. Pencegahan harus menjadi prioritas utama agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin luas,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga Kalteng tetap aman dari ancaman karhutla. (adv)

+ posts