DPRD KALIMANTAN TENGAH

Jelang Kemarau 2026, DPRD Kalteng Dorong Penguatan Antisipasi Karhutla di Kotim

13
×

Jelang Kemarau 2026, DPRD Kalteng Dorong Penguatan Antisipasi Karhutla di Kotim

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Komisi III DPRD Kalteng terus mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjelang musim kemarau 2026.

Upaya tersebut dinilai penting mengingat adanya prediksi musim kemarau yang lebih panjang akibat pengaruh fenomena El Nino.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengatakan kesiapsiagaan harus menjadi prioritas seluruh pihak, terutama di daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi.

Kotim sendiri selama ini menjadi salah satu wilayah yang kerap mendapat perhatian karena kondisi geografis dan luas kawasan rawan kebakaran yang dimiliki.

Dalam rangka memastikan kesiapan daerah, Komisi III DPRD Kalteng melakukan kunjungan kerja ke BPBD Kotim dan Manggala Agni.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran langsung terkait kondisi di lapangan, termasuk kesiapan personel, sarana pendukung, serta langkah-langkah pencegahan yang telah dilakukan.

“Secara garis besar kami ingin memperoleh informasi terkait kesiapsiagaan daerah. Ada beberapa hal yang perlu didorong melalui Pemprov, misalnya terkait bantuan Belanja Tidak Terduga dan hal-hal lain yang masih menjadi kewenangan provinsi,” kata Sugiyarto, belum lama ini.

Menurutnya, peran Pemprov sangat penting dalam mendukung daerah menghadapi ancaman karhutla, terutama melalui dukungan anggaran, koordinasi lintas sektor, serta penyediaan fasilitas penunjang yang dibutuhkan saat terjadi kondisi darurat.

Dari hasil kunjungan tersebut, Komisi III DPRD Kalteng menilai kesiapsiagaan yang dilakukan pemerintah daerah sudah berjalan dengan baik.

Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, peningkatan koordinasi antarinstansi, hingga penyebarluasan informasi mengenai bahaya karhutla dan sanksi terhadap pelaku pembakaran lahan.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Wacanakan Penggabungan OPD, DPRD Minta Kajian Komprehensif dan Transparan

“Kami mendapatkan informasi bahwa kesiapsiagaan sudah dilaksanakan dengan baik, mulai dari koordinasi lintas sektoral, pembinaan kepada masyarakat, hingga edukasi mengenai pencegahan kebakaran dan sanksi yang bisa diterapkan,” ujarnya.

Sugiyarto menjelaskan bahwa langkah pencegahan harus menjadi fokus utama karena karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga sektor pendidikan akibat kabut asap yang ditimbulkan.

Ia menambahkan, berdasarkan berbagai kajian dan prediksi cuaca, dampak El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama.

Oleh sebab itu, seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan sejak awal agar mampu merespons secara cepat apabila muncul titik-titik kebakaran.

“Dari perhitungan ilmiah, dampak El Nino diprediksi terjadi pada tahun ini. Karena itu kami ingin memastikan kesiapsiagaan daerah sudah berjalan, dan ternyata pemerintah daerah sudah melakukan berbagai langkah antisipasi,” katanya.

Selain melakukan pengawasan, DPRD Kalteng juga akan menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut melalui pembahasan bersama OPD terkait di lingkungan Pemprov.

Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan dukungan konkret terhadap kebutuhan daerah dalam menghadapi musim kemarau.

Di sisi lain, Sugiyarto mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.

Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama saat kondisi cuaca kering dan suhu udara meningkat.

“Masyarakat harus lebih berhati-hati dan bersiap siaga. Karakteristik wilayah Kotim berbeda dengan daerah lain. Ketika permukaan air mulai turun, itu bisa menjadi indikasi akan terjadi kemarau panjang,” tuturnya.

Baca Juga  DPRD Kalteng Siap Kawal Penyusunan APBD 2026 agar Tepat Sasaran

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area terbuka, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

Menurut Sugiyarto, keberhasilan pencegahan karhutla memerlukan kolaborasi semua pihak. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat, risiko terjadinya kebakaran besar diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

“Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama. Karena itu masyarakat harus menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan agar karhutla tidak menimbulkan dampak luas bagi Kabupaten Kotawaringin Timur,” pungkasnya. (adv)

+ posts