AKADEMIKAEKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Digitalisasi Zakat di Palangka Raya, BI Kalimantan Tengah Luncurkan Lomba HAPAQAT

14
×

Digitalisasi Zakat di Palangka Raya, BI Kalimantan Tengah Luncurkan Lomba HAPAQAT

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Peluncuran Lomba HAPAQAT UPZ Baznas Kota Palangka Raya 2026 di halaman Pesanggrahan Tjilik Riwut, Palangka Raya 

PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan Lomba HAPAQAT (Harmoni Amal Pembayaran QRIS Kalimantan Tengah) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palangka Raya Tahun 2026. Program tersebut menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat digitalisasi pembayaran zakat, infak, dan sedekah melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di lingkungan instansi pemerintah.

Peluncuran lomba dilaksanakan di halaman Pesanggrahan Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Sabtu. Kegiatan ini melibatkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari berbagai instansi dan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Palangka Raya sebagai peserta kompetisi.

Deputi Kepala KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah, Satria Febrino, mengatakan seluruh peserta merupakan UPZ yang berada di lingkungan instansi pemerintah dan OPD di Kota Palangka Raya. Selama tiga bulan pelaksanaan, setiap peserta akan berkompetisi meningkatkan transaksi digital zakat melalui QRIS dengan sistem penilaian yang telah ditetapkan panitia.

“Lomba akan berlangsung selama tiga bulan. Penilaian berdasarkan jumlah transaksi dan nilai zakat, infak, dan sedekah yang berhasil dikumpulkan masing-masing UPZ,” katanya, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Satria, penyelenggaraan Lomba HAPAQAT UPZ Baznas merupakan tindak lanjut dari program kolaboratif yang telah dibangun Bank Indonesia Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kota Palangka Raya, PT Bank Kalteng, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Sinergi tersebut difokuskan pada percepatan digitalisasi Unit Pengumpul Zakat di seluruh instansi dan OPD di Kota Palangka Raya.

Baca Juga  Siswa Antusias Ikuti Pemeriksaan CKG dan Program MBG

Ia menjelaskan, digitalisasi pengelolaan zakat menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola dana sosial keagamaan yang lebih modern. Melalui pemanfaatan QRIS, proses pembayaran diharapkan menjadi lebih praktis, aman, dan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, penerapan sistem pembayaran digital juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana sosial keagamaan. Dengan demikian, setiap transaksi dapat tercatat secara lebih baik sehingga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana yang dilakukan UPZ.

Satria menambahkan, setiap instansi peserta akan memasang banner yang memuat kode QRIS sebagai media pembayaran digital. Langkah tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat maupun aparatur sipil negara dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah tanpa harus menggunakan transaksi tunai.

“Lomba HAPAQAT UPZ Baznas juga bertujuan untuk optimalisasi transaksi digital zakat. Masing-masing instansi akan memasang banner yang memuat gambar QRIS untuk di scan agar memudahkan dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Pemenang akan diumumkan pada acara Decafest (Digital Economy Creative Festival) di akhir tahun,” tutup Satria Febrino.

Baca Juga  PBS di Kalteng Diingatkan Supaya Melakukan Rehabilitasi DAS dan Reboisasi

Melalui penyelenggaraan Lomba HAPAQAT UPZ Baznas Tahun 2026, Bank Indonesia bersama para mitra berharap digitalisasi pembayaran zakat semakin berkembang di Kota Palangka Raya. Program tersebut diharapkan mampu memperluas pemanfaatan QRIS dalam transaksi dana sosial keagamaan sekaligus mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh masyarakat. (Red/ADV)

+ posts