AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYA

FMIPA UPR Hadirkan Smart Ecovillage, Kolaborasi Ubah Permukiman Pahandut Berkelanjutan

34
×

FMIPA UPR Hadirkan Smart Ecovillage, Kolaborasi Ubah Permukiman Pahandut Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.:Pelaksanaan Program Kampung KEREN–Pahandut Smart Ecovillage bersama tim dosen, mahasiswa, dan masyarakat di Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR) menghadirkan Program Kampung KEREN–Pahandut Smart Ecovillage sebagai model transformasi kawasan permukiman rawa perkotaan berbasis sains, inovasi, dan kolaborasi. Program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan dan sosial yang dihadapi masyarakat di RW 007 Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, sekaligus menjadi laboratorium hidup yang menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Kawasan RW 007 Kelurahan Pahandut dihuni sekitar 1.000 jiwa atau 384 kepala keluarga yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga, keterbatasan ruang terbuka hijau, sanitasi lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Berangkat dari kondisi tersebut, sejak Mei hingga Juni 2026, tim dosen dan mahasiswa FMIPA UPR melakukan survei lapangan, berdialog bersama warga, serta memetakan berbagai persoalan dan potensi yang dimiliki kawasan tersebut.

Dari hasil pemetaan tersebut lahirlah Kampung KEREN–Pahandut Smart Ecovillage yang dikembangkan sebagai Living Laboratory Lahan Basah Perkotaan Berbasis Sains Terapan. Melalui konsep tersebut, berbagai hasil penelitian, inovasi, dan pengabdian perguruan tinggi diterapkan secara langsung sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si., mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi yang dirancang secara berkelanjutan.

“Pahandut Smart Ecovillage bukan sekadar kegiatan sesaat. Kami ingin membangun ruang kolaborasi yang mempertemukan penelitian dosen, kreativitas mahasiswa, kebutuhan masyarakat, dukungan pemerintah, dunia usaha, dan media dalam satu kawasan sehingga menghasilkan perubahan yang nyata dan terukur,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Program tersebut mengusung semangat “Transforming 1,000 Lives Through Community-Based Smart Ecovillage” dengan tagline “Dari Sampah Menuju Kehidupan Cerdas dan Berkelanjutan”. Konsep tersebut menjadi implementasi Program Kampung KEREN yang mengedepankan kawasan permukiman yang Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Energik, dan Nyaman.

Baca Juga  Pengabdian kepada Masyarakat, Tim PDPPM FT UPR Berikan Edukasi Pengolahan Data Geoteknik bagi Siswa Kelas XII di SMKN-4 Palangkaraya

Memasuki Juli 2026, implementasi program mulai dijalankan melalui tujuh pilar utama, yakni Smart Waste, Smart Health, Smart Safety, Smart Green, Smart Economy, Smart Community, serta Smart Culture and Religious. Melalui ketujuh pilar tersebut, masyarakat akan memperoleh berbagai program pemberdayaan, di antaranya pengelolaan sampah berbasis RT, penguatan bank sampah, edukasi kesehatan dan penggunaan obat yang benar, penataan tanaman obat keluarga dan urban farming, pengembangan teknologi filtrasi air, penerangan jalan berbasis energi surya, digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pembangunan sistem data sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Selain melibatkan dosen, FMIPA UPR juga menjadikan mahasiswa sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Pada tahun pertama, fakultas menerjunkan lima program penelitian terapan dosen, lima program pengabdian kepada masyarakat, serta melibatkan organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan himpunan mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA UPR sekaligus Koordinator Dosen Pahandut Smart Ecovillage, Made Dirgantara, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian penting dalam membangun pengalaman belajar yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Mahasiswa belajar memahami persoalan masyarakat secara langsung, bekerja lintas disiplin, dan bersama warga merancang solusi yang dapat terus berjalan. Inilah esensi pendidikan tinggi yang berdampak,” katanya.

Keberhasilan program ini juga dibangun melalui pendekatan Pentahelix yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan industri, serta media. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membangun kelembagaan lokal sehingga perubahan yang tercipta tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan keberlanjutan dalam pengelolaan kawasan.

Baca Juga  Silaturahmi Ramadan, Pemkot Palangka Raya Jalin Kedekatan dengan Organisasi Islam

Rangkaian penelitian, pengabdian, edukasi, dan pendampingan masyarakat berlangsung mulai 2 Juli hingga 5 Agustus 2026 dan akan mencapai puncaknya pada Festival Kampung KEREN yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2026. Festival tersebut menjadi bagian dari Program Kampung KEREN, salah satu program unggulan Pemerintah Kota Palangka Raya yang bertujuan mewujudkan kawasan permukiman yang bersih, tertata, aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

FMIPA UPR menargetkan Pahandut Smart Ecovillage menjadi model percontohan kawasan cerdas berbasis lahan basah perkotaan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, hingga tingkat nasional. Melalui kolaborasi antara sains dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (Red/ADV)

+ posts