DPRD KALIMANTAN TENGAHHEADLINE

Abdul Hafid Serap Aspirasi Warga, Soroti Jalan Rusak dan Pengembangan Lahan Pertanian di Kotim

129
×

Abdul Hafid Serap Aspirasi Warga, Soroti Jalan Rusak dan Pengembangan Lahan Pertanian di Kotim

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kalteng, Abdul Hafid.

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Hafid kembali melaksanakan kegiatan reses perseorangan di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) II, yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan, belum lama ini.

Dalam kesempatan tersebut, Hafid menyampaikan bahwa mayoritas aspirasi masyarakat yang dihimpun berkaitan dengan kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan serta peningkatan sektor pertanian.

“Salah satu aspirasi utama masyarakat adalah perbaikan jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu. Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan dan butuh perhatian dari pemerintah daerah,” ujar Hafid, Selasa (11/11/2025).

Menurutnya, akses jalan yang baik menjadi kunci utama untuk memperlancar aktivitas ekonomi dan pembangunan di desa-desa sekitar.

Saat ini, beberapa wilayah bahkan masih bergantung pada jalur sungai untuk mobilitas, yang dinilai kurang efisien dan memakan biaya tinggi.

“Kalau jalan rusak atau belum terbangun, otomatis pembangunan di daerah terpencil juga ikut terhambat. Padahal jalan ini sangat vital untuk membuka keterisolasian desa,” tegasnya.

Baca Juga  Antisipasi Inflasi Pascalebaran, Pemkot Palangka Raya Gelar Operasi Pasar Murah

Selain perbaikan jalan, Hafid juga menyoroti persoalan jaringan internet yang masih menjadi kendala di beberapa desa di Kotim. Warga mengeluhkan sulitnya akses informasi karena masih banyak titik yang belum terjangkau sinyal atau blank spot.

“Internet bukan lagi kebutuhan sekunder, tapi sudah jadi kebutuhan pokok masyarakat modern. Apalagi untuk pendidikan, komunikasi, dan urusan ekonomi digital,” katanya.

Di sisi lain, masyarakat Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, turut menyampaikan aspirasi terkait pembukaan lahan pertanian seluas 50 hektare.

Menurut Hafid, masyarakat setempat sudah menyiapkan tenaga kerja dan lahan cadangan untuk mendukung program tersebut.

“Masyarakat di Rawa Sari ini memang sebagian besar petani. Jadi kalau lahan baru ini bisa dibuka, tentu akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. Pemerintah diharapkan bisa menindaklanjuti dan memberikan dukungan,” ungkapnya.

Hafid menambahkan, seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses akan menjadi bahan pokok pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat diakomodasi dalam program pembangunan tahun berikutnya.

Baca Juga  Pemkot Palangka Raya Terapkan Strategi Efisiensi Hadapi Pemangkasan TKD

“Semua masukan masyarakat ini sangat penting untuk memperkuat arah pembangunan di daerah, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar seperti jalan, internet, dan pertanian,” tutupnya. (dam)

+ posts