EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Bank Indonesia Kalteng Resmi Mulai Program Pendidikan Kebanksentralan Terpadu

×

Bank Indonesia Kalteng Resmi Mulai Program Pendidikan Kebanksentralan Terpadu

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias.

PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat literasi kebanksentralan sekaligus mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul di daerah, Selasa (14/4/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi besar dalam pelaksanaan pendidikan kebanksentralan yang kini tidak lagi terbatas pada pemberian beasiswa semata.

“Program ini hadir dengan paradigma baru, di mana bantuan pendidikan tidak sekadar menjadi beasiswa, tetapi menjadi bagian dari pengembangan kapasitas dan literasi kebanksentralan secara terintegrasi,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026, program tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Indonesia. Dengan demikian, pelaksanaan di Kalimantan Tengah menjadi bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat pemahaman kebanksentralan di kalangan akademisi.

Menurut Yuliansah, tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan literasi kebanksentralan mahasiswa, memperkuat kapasitas akademik, serta membangun ekosistem riset yang berkelanjutan di perguruan tinggi. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya SDM unggul yang mampu berkontribusi terhadap efektivitas kebijakan Bank Indonesia dan pembangunan ekonomi nasional.

Baca Juga  OJK Luncurkan Buku Khutbah Perkuat Literasi Keuangan Syariah Nasional

Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026 sendiri dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan. Pada pilar pembelajaran, kegiatan difokuskan pada penguatan literasi melalui perkuliahan, kuliah umum, serta training of trainers bagi dosen.

Sementara itu, pada pilar penelitian, Bank Indonesia memberikan dukungan riset kepada mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3 dengan topik yang berkaitan dengan kebanksentralan. Adapun pada pilar pemberdayaan, program ini mencakup bantuan pendidikan yang disertai pembinaan mahasiswa melalui komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menerima bantuan pendidikan, tetapi juga mendapatkan pembinaan, khususnya dalam pengembangan kepemimpinan dan peningkatan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan,” tambahnya.

Yuliansah juga menyampaikan bahwa program ini membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa penerima beasiswa untuk mendapatkan bantuan penelitian. Kesempatan tersebut diberikan dengan sejumlah ketentuan dan persyaratan yang dapat diakses melalui laman resmi Bank Indonesia.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi dalam mendukung keberhasilan program. Menurutnya, kolaborasi tersebut selaras dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga mampu menciptakan keterkaitan yang kuat antara dunia akademik dan kebijakan publik.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Latih Operator Armada Sampah, Perkuat Sistem Pengelolaan Lingkungan

“Kick off hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal komitmen bersama untuk memastikan program ini berjalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Bank Indonesia berharap perguruan tinggi dapat terus menjadi mitra strategis dalam pengembangan pendidikan kebanksentralan. Sementara itu, mahasiswa penerima bantuan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ke depan, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang adaptif, tangguh, serta memiliki peran sebagai agen perubahan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan Tengah. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat nasional. (Red/Adv)

+ posts