PALANGKA RAYA – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026 menjadi bagian penting dalam transformasi sistem seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang semakin modern dan berbasis teknologi.
Universitas Palangka Raya (UPR) turut mengambil peran sebagai salah satu pusat pelaksanaan dari total 74 perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU menegaskan bahwa penerapan sistem berbasis komputer dalam UTBK merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas seleksi mahasiswa baru yang lebih objektif dan terstandar.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam UTBK tidak hanya mempermudah proses seleksi, tetapi juga memastikan keadilan bagi seluruh peserta dari berbagai latar belakang daerah.
“UTBK merupakan tahapan krusial dalam proses Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru karena melalui ujian ini diukur kemampuan kognitif, penalaran, serta potensi akademik peserta secara terstandar dan objektif. Oleh karena itu, pelaksanaan UTBK harus dijaga dengan prinsip integritas, kejujuran, dan profesionalisme. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, UTBK juga menjadi bagian dari transformasi sistem seleksi yang lebih modern, adaptif, dan transparan. Pemanfaatan teknologi informasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas seleksi serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta dari berbagai daerah,” tegasnya baru-baru ini.
Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 sendiri dimulai secara serentak pada 21 April hingga 2 Mei 2026. Di UPR, ujian diikuti oleh 4.519 peserta yang tersebar di 10 ruang ujian pada empat lokasi, yakni Gedung UTBK, Fakultas Kedokteran, Laboratorium Teknik Informatika, dan Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK).
Selain itu, penerapan teknologi dalam pelaksanaan UTBK juga didukung dengan kesiapan sarana dan prasarana serta sistem pengawasan yang ketat. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga integritas pelaksanaan ujian agar tetap berjalan sesuai standar nasional.
Rektor UPR juga menyampaikan bahwa UTBK-SNBT merupakan jalur kedua dalam skema Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) setelah sebelumnya dilaksanakan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Ia menjelaskan, melalui jalur SNBP, UPR telah menerima sebanyak 1.293 calon mahasiswa baru, dengan mayoritas berasal dari sekolah di Kalimantan Tengah.
Selain jalur SNBP dan SNBT, UPR juga akan membuka jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPTN-Barat) Tahun 2026. Jalur ini menjadi alternatif bagi calon mahasiswa yang belum berhasil pada seleksi sebelumnya.
Pendaftaran SMMPTN-Barat dijadwalkan berlangsung mulai 4 Mei hingga 11 Juni 2026, dengan pelaksanaan ujian pada 17 hingga 24 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi akan disampaikan pada 30 Juni 2026.
Dengan penerapan sistem berbasis teknologi dalam UTBK SNBT, UPR menegaskan komitmennya dalam menghadirkan proses seleksi yang modern, transparan, dan berintegritas, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi yang adil bagi seluruh masyarakat. (Red/Adv)











