HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Rakor Penanggulangan Karhutla: Kalteng Siapkan 747 Personel di 54 Kecamatan Risiko Tinggi

162
×

Rakor Penanggulangan Karhutla: Kalteng Siapkan 747 Personel di 54 Kecamatan Risiko Tinggi

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Rakor Penanggulangan Karhutla di Kalteng.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, pada Kamis (7/8/2025).

Rakor dipimpin langsung Gubernur Kalteng sekaligus Komandan Satgas Karhutla, Agustiar Sabran, dan dihadiri Wakil Gubernur Edy Pratowo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisal Nurofiq, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, serta Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Dalam laporannya, Gubernur Agustiar menyampaikan kondisi Karhutla di Kalteng hingga 6 Agustus 2025 masih terkendali berkat sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, Forkopimda, hingga pemerintah kabupaten/kota.

“Pada 6 Agustus tercatat lima kejadian Karhutla. Satu lokasi di Kapuas masih tahap pendinginan, sementara empat lokasi di Palangka Raya sudah padam. Berdasarkan pantauan BMKG, Kalteng tidak terdeteksi adanya sebaran asap,” jelasnya.

Sejak 2023, Pemprov Kalteng telah membentuk Satgas Pengendali Karhutla, mengaktifkan 17 regu posko dan 77 pos lapangan.

Baca Juga  Mahasiswa FK UPR Juarai AMSC 2025 di Thailand

Mulai 1 Agustus 2025, ditambah tujuh regu baru sehingga total 747 personel dikerahkan di 54 kecamatan berisiko tinggi Karhutla. Status Siaga Darurat Karhutla ditetapkan sejak 29 Juli hingga 20 Oktober 2025.

Agustiar juga mengapresiasi dukungan BNPB yang melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), menyediakan dua helikopter patroli, dan satu helikopter waterbombing.

Ia berharap ada tambahan Dana Siap Pakai (DSP) untuk mendukung operasi pemadaman darat serta peralatan portable bagi daerah rawan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan bahwa Agustus adalah puncak musim kemarau, sehingga potensi Karhutla meningkat.

“Jika OMC tidak optimal, maka strategi darat harus diperkuat,” ujarnya.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menekankan pentingnya mengaktifkan kembali posko lapangan 2–3 hari ke depan, sesuai proyeksi BMKG yang menunjukkan indikator kerawanan tinggi.

Ia juga meminta Bandara Tjilik Riwut bersiaga hingga malam hari demi mendukung OMC.

Sementara itu, Menteri LHK Hanif Faisal Nurofiq menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap penanganan Karhutla.

Baca Juga  Senam Bersama PAUD Kalampangan Tanamkan Gaya Hidup Sehat

“Presiden menginstruksikan TNI, Polri, dan pemerintah daerah bersatu padu. Beliau mengapresiasi penurunan angka kebakaran hutan dan lahan di Kalteng,” tegasnya.

Rakor diakhiri dengan penyerahan simbolis dukungan peralatan Satgas Karhutla Kalteng serta penandatanganan Komitmen Bersama Mewujudkan Kalteng Bebas Asap, yang dilakukan Gubernur bersama para bupati, Forkopimda, dan perwakilan pemerintah pusat. (red/adv)

+ posts