AKADEMIKAHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Mahasiswa Agribisnis UPR Bangun Wirausaha Produk Lokal Kreatif

17
×

Mahasiswa Agribisnis UPR Bangun Wirausaha Produk Lokal Kreatif

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya bersama narasumber dan mahasiswa usai kegiatan kuliah umum bertema pengembangan wirausaha muda agribisnis berbasis produk lokal di Gedung PPIIG Universitas Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar kuliah umum bertema “From Kampus to Market: Membangun Wirausaha Muda Agribisnis melalui Kreativitas dan Inovasi Produk Lokal”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung PPIIG Lantai 6 Ruang Ballroom Universitas Palangka Raya tersebut mendapat sambutan antusias dari mahasiswa dan peserta yang hadir.

Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber, yakni Guru Besar Program Studi Agribisnis Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ir. Evi Feronika, M.Si., serta Dr. Merty Ilona, S.P., M.P. dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Palangka Raya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun jiwa kewirausahaan di bidang agribisnis dengan memanfaatkan kreativitas dan inovasi terhadap produk lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ir. Evi Feronika, M.Si. menegaskan bahwa mahasiswa agribisnis tidak hanya dituntut memahami teori dan konsep pertanian, tetapi juga harus mampu melihat berbagai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari sektor pertanian maupun produk lokal daerah.

“Mahasiswa agribisnis tidak hanya dituntut memahami teori dan konsep pertanian, tetapi juga harus mampu melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan dari sektor pertanian dan produk lokal daerah. Kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan adaptif menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi perkembangan dunia usaha serta persaingan pasar yang semakin dinamis,” ujarnya, baru-baru ini.

Baca Juga  Fairid Naparin Ikuti Program Lemhannas di Singapura, Perkuat Wawasan Kepemimpinan Global

Menurutnya, sektor agribisnis memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan apabila didukung kemampuan membaca kebutuhan pasar serta keberanian menciptakan inovasi yang bernilai tambah. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu menjadi pelaku usaha yang kompetitif dan berdaya saing.

Sementara itu, Dr. Merty Ilona, S.P., M.P. menjelaskan bahwa produk lokal memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dikembangkan dengan strategi pemasaran yang tepat serta didukung inovasi produk yang mampu menarik minat konsumen.

“Produk lokal memiliki nilai dan potensi yang tinggi apabila dikembangkan dengan strategi pemasaran yang tepat serta didukung oleh inovasi produk yang menarik. Mahasiswa harus berani memulai usaha sejak di bangku kuliah dan mampu menjadikan kekayaan lokal sebagai peluang bisnis yang bernilai ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan, keberagaman sumber daya dan kekayaan lokal yang dimiliki daerah dapat menjadi modal penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Dengan pengemasan yang baik, inovasi yang berkesinambungan, serta pemanfaatan teknologi pemasaran, produk lokal memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti seluruh rangkaian acara. Antusiasme mahasiswa juga tampak dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber.

Baca Juga  PWI Kalteng Tegaskan Etika Kontrak Media Harus Patuhi UU Pers

Berbagai pertanyaan terkait pengembangan usaha agribisnis, strategi pemasaran produk lokal, hingga tantangan membangun usaha pada era modern disampaikan peserta. Interaksi yang terjalin antara narasumber dan mahasiswa menjadikan suasana kuliah umum berlangsung dinamis serta memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif.

Melalui kuliah umum tersebut, Program Studi Agribisnis Universitas Palangka Raya berharap mahasiswa dapat meningkatkan wawasan, motivasi, dan semangat berwirausaha, khususnya dalam mengembangkan produk lokal yang inovatif dan berdaya saing. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda agribisnis yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia usaha di masa depan. (Red/ADV)

+ posts