EKONOMI & BISNISHEADLINENASIONAL

Reformasi Pasar Modal Indonesia Raih Pengakuan Awal dari MSCI

6
×

Reformasi Pasar Modal Indonesia Raih Pengakuan Awal dari MSCI

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pengakuan internasional terhadap berbagai inisiatif reformasi pasar modal Indonesia yang dinilai semakin memperkuat transparansi dan integritas sektor keuangan nasional.

Pengakuan tersebut disampaikan melalui pembaruan asesmen yang dirilis MSCI Inc. terkait penilaian free float saham di Indonesia. Dalam laporan tersebut, MSCI mencatat sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan otoritas dan pelaku pasar dalam memperbaiki kualitas tata kelola pasar modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa pengakuan tersebut menjadi indikator penting atas arah kebijakan yang ditempuh Indonesia dalam memperkuat pasar modal yang kredibel dan berdaya saing global.

“Berbagai inisiatif strategis di atas merupakan bagian dari upaya berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar, memperkuat pelindungan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel, transparan, dan berdaya saing global,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia menjelaskan bahwa reformasi yang dilakukan mencakup berbagai aspek penting, antara lain peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas satu persen, penguatan klasifikasi investor secara lebih rinci, implementasi kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan batas minimum free float saham.

Baca Juga  Pemprov Kalteng Gelar Pelatihan Purna Tugas, Siapkan ASN Jalani Masa Pensiun Produktif

Menurutnya, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang dirancang untuk meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun global, terhadap pasar modal Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa pengakuan awal dari MSCI menjadi sinyal positif terhadap konsistensi kebijakan reformasi yang selama ini dijalankan oleh Indonesia.

“Ke depan, implementasi langkah-langkah reformasi akan terus dijaga agar berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan, serta diperkuat melalui koordinasi aktif dengan berbagai pihak, termasuk pelaku pasar global,” katanya.

Ia menambahkan bahwa saat ini MSCI masih melakukan asesmen lanjutan dengan memanfaatkan berbagai sumber data baru yang dihasilkan dari reformasi pasar modal Indonesia. Proses ini juga melibatkan masukan dari pelaku pasar global sebagai bagian dari penyempurnaan penilaian.

Asesmen tersebut akan menjadi bagian penting dalam penentuan hasil Index Review MSCI pada Mei 2026 serta Market Accessibility Review MSCI pada Juni 2026, yang berpengaruh terhadap persepsi global terhadap aksesibilitas pasar modal Indonesia.

Baca Juga  UPR Gelar Prosesi Penghormatan Terakhir Untuk Rektor Napa Awat

OJK memandang proses ini sebagai momentum strategis untuk menunjukkan efektivitas implementasi kebijakan yang telah dilakukan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata investor internasional.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, OJK juga menegaskan akan terus melaksanakan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal, yang mencakup peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, penegakan hukum, tata kelola, serta pendalaman pasar.

Melalui berbagai langkah tersebut, OJK meyakini pasar modal Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk berkembang menjadi lebih dalam, likuid, dan kredibel, serta mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (Red/Adv)

+ posts