EKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALANGKA RAYAPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Januari hingga April 2026, Ekspor Kalteng Naik 11,59 Persen

21
×

Januari hingga April 2026, Ekspor Kalteng Naik 11,59 Persen

Sebarkan artikel ini
FOTO Ist.: Suasana rilis Berita Resmi Statistik terkait perkembangan perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah periode Januari–April 2026 di ruang Vicon Kantor BPS Kalteng, Kota Palangka Raya, Selasa siang.

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kinerja perdagangan luar negeri daerah ini masih menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga April 2026. Nilai ekspor mencapai US$1,229 miliar atau meningkat 11,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$1,101 miliar. Di sisi lain, nilai impor tercatat US$15,83 juta atau naik 13,31 persen dibandingkan Januari-April 2025.

Plt. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, S.Si., M.M., mengatakan peningkatan ekspor tersebut menjadi faktor utama yang menjaga surplus neraca perdagangan Kalimantan Tengah tetap tinggi pada empat bulan pertama tahun ini.

“Nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Januari-April 2026 mencapai US$1.229,54 juta atau naik 11,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, nilai impor mencapai US$15,83 juta atau meningkat 13,31 persen dibandingkan Januari-April 2025. Kondisi ini membuat neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah tetap mencatat surplus sebesar US$1.213,71 juta,” ujarnya dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) periode Mei 2026, di ruang Vicon Kantor BPS Kalteng, Jalan Kapten Pierre Tendean Nomor 6, Kota Palangka Raya, Selasa (02/06/2026).

Maria menjelaskan seluruh ekspor Kalimantan Tengah pada periode Januari-April 2026 berasal dari sektor nonmigas. Komoditas utama yang menopang ekspor daerah antara lain batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, lignit, kayu lapis, hasil hutan bukan kayu lainnya, bungkil dan residu, serta bijih zirconium, niobium, dan tantalum.

Menurutnya, sektor pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Kalimantan Tengah dengan nilai US$900,18 juta atau berkontribusi 73,21 persen terhadap total ekspor. Sementara sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 26,19 persen dengan nilai ekspor mencapai US$322,04 juta.

Baca Juga  Sebanyak 858 Wisudawan Ikuti Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana UPR periode Juni 2024

“Ekspor hasil industri pengolahan mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu sebesar 23,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas utamanya meliputi minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, kayu lapis, bungkil dan residu, serta makanan hewan,” katanya.

Ia menambahkan, dari sisi negara tujuan, Jepang masih menjadi pasar utama ekspor Kalimantan Tengah dengan nilai mencapai US$390,61 juta atau 31,77 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati India sebesar US$336,99 juta dan Korea Selatan sebesar US$113,47 juta.

“Peningkatan ekspor terbesar terjadi ke India dengan kenaikan nilai mencapai US$140,77 juta atau tumbuh 71,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, ekspor ke Jepang dan Vietnam juga menunjukkan peningkatan yang cukup kuat,” ungkap Maria.

Selain pasar ekspor yang tumbuh, aktivitas ekspor melalui pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah juga mengalami peningkatan. Selama Januari-April 2026, nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah mencapai US$319,32 juta atau meningkat 19,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pelabuhan Kumai menjadi pelabuhan utama yang melayani ekspor daerah dengan nilai US$284,19 juta atau sekitar 23,11 persen dari total ekspor Kalimantan Tengah. Adapun sebagian besar ekspor lainnya masih dilayani melalui pelabuhan di provinsi lain, terutama Pelabuhan Banjarmasin dan Kotabaru.

Sementara itu, dari sisi impor, komoditas yang masuk ke Kalimantan Tengah didominasi mesin ekstraksi, aspal, pupuk, ketel uap, bangunan prefabrikasi, mesin pencampur, mesin pertanian, mesin pemisah, hingga asam sitrat. Kelompok mesin dan peralatan mekanik menjadi komoditas impor terbesar dengan nilai US$9,64 juta atau 60,90 persen dari total impor.

Baca Juga  RRI Fest 2025 Hadirkan Pangan Murah untuk Warga Palangka Raya

“Impor Kalimantan Tengah selama Januari-April 2026 didominasi barang modal dan peralatan pendukung kegiatan industri maupun pembangunan. Negara asal impor utama adalah Malaysia, Singapura, dan Federasi Rusia,” jelasnya.

Maria menyebut Malaysia menjadi negara pemasok terbesar dengan nilai impor US$9,73 juta atau 61,47 persen dari total impor. Selanjutnya Singapura sebesar US$3,94 juta dan Federasi Rusia sebesar US$1,77 juta.

Secara keseluruhan, tingginya nilai ekspor yang jauh melampaui impor menunjukkan kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah masih sangat kuat pada awal tahun 2026. Kondisi tersebut tercermin dari surplus neraca perdagangan sebesar US$1,213 miliar yang meningkat 11,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menegaskan peran sektor pertambangan dan industri pengolahan sebagai penopang utama perekonomian daerah. (Red/ADV)

+ posts