JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan inovasi keuangan digital berbasis Web3 guna mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif nasional.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi kekayaan intelektual Indonesia menjadi kelas aset baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya saing global.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan kedua lembaga yang berlangsung di Kantor Ekraf Jakarta, yang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi percepatan transformasi digital di sektor keuangan dan ekonomi kreatif.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan bahwa kerja sama antara OJK dan Ekraf merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong inovasi di sektor keuangan digital.
“Kolaborasi antara OJK dan Ekraf mencerminkan sinergi strategis yang berkelanjutan dalam mendorong terciptanya inovasi baru di sektor keuangan digital,” kata Adi Budiarso, baru-baru ini.
Ia menjelaskan bahwa implementasi kolaborasi tersebut telah diwujudkan melalui sejumlah program konkret, di antaranya Infinity Hackathon OJK–Ekraf 2025 dan Infinity Accelerator 2026 yang menjadi wadah pengembangan inovasi berbasis teknologi Web3.
Infinity Hackathon OJK–Ekraf 2025 telah melahirkan berbagai solusi inovatif yang berfokus pada pembiayaan, transparansi, serta perlindungan karya kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital.
Sementara itu, Infinity Accelerator 2026 mengusung tema Unlocking Indonesia’s Intellectual Property as a New Asset Class yang diarahkan untuk mendorong kekayaan intelektual Indonesia menjadi aset yang terverifikasi, terdigitalisasi, serta memiliki nilai investasi.
Program tersebut juga berperan dalam menjembatani pemanfaatan teknologi blockchain dengan kebijakan sektor keuangan guna menciptakan pasar kekayaan intelektual yang lebih likuid, transparan, dan kredibel.
“Melalui kesinambungan program Infinity Hackathon dan Infinity Accelerator, OJK berkomitmen memperkuat ekosistem inovasi berbasis Web3 dan blockchain guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing tinggi di era transformasi digital,” kata Adi Budiarso.
Komitmen ini turut mendapat dukungan dari Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang menilai transformasi kekayaan intelektual sebagai langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah sektor ekonomi kreatif Indonesia.
“Transformasi kekayaan intelektual menjadi kelas aset baru merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia. Melalui kolaborasi dengan OJK, kami ingin memastikan bahwa inovasi berbasis Web3 tidak hanya berkembang secara teknologi, tetapi juga didukung oleh kerangka regulasi yang kuat, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi para kreator dan pelaku industri,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan terkait teknologi blockchain, aset kripto, serta model pembiayaan berbasis digital di sektor ekonomi kreatif.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia menuju era digital yang inklusif, transparan, dan memiliki daya saing global.
Selain itu, pertemuan juga dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK Djoko Kurnijanto, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Ekraf Muhammad Neil El Himam, serta perwakilan startup yang terlibat dalam program inovasi.
Tiga startup, yakni Libere, Invinsible Funds, dan Alterfun, turut mempresentasikan model inovasi yang mereka kembangkan sebagai bagian dari ekosistem Web3 yang tengah dibangun.
Melalui kolaborasi ini, OJK dan Ekraf optimistis pengembangan inovasi keuangan digital berbasis Web3 dapat membuka peluang baru dalam pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. (Red/Adv)











