HEADLINEPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Disdik Kalteng Buktikan Komitmen Pendidikan Global, Pembelajaran Bahasa Prancis Sudah Dimulai Sejak 2025

42
×

Disdik Kalteng Buktikan Komitmen Pendidikan Global, Pembelajaran Bahasa Prancis Sudah Dimulai Sejak 2025

Sebarkan artikel ini
Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo.

PALANGKA RAYA – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguasaan bahasa asing terus menjadi perhatian dalam dunia pendidikan.

Di Kalteng, langkah tersebut telah diwujudkan lebih awal melalui program pembelajaran bahasa asing virtual yang digagas Disdik Kalteng sejak Oktober 2025, termasuk menghadirkan Bahasa Prancis sebagai salah satu materi pembelajaran bagi siswa SMA dan SMK.

Program tersebut kini dinilai semakin relevan setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan arahan agar Bahasa Prancis mulai dipelajari di seluruh tingkatan sekolah di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kenegaraan ke Prancis dan pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kerja sama pendidikan sebagai bagian dari penguatan hubungan kedua negara.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Sebelum arahan tersebut disampaikan pemerintah pusat, Disdik Kalteng telah lebih dahulu mengembangkan program pembelajaran bahasa asing berbasis digital yang dapat diikuti siswa dari seluruh kabupaten dan kota.

Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga pengajar bahasa asing di sejumlah wilayah.

Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi solusi efektif untuk menjangkau peserta didik yang berada di daerah pedalaman maupun wilayah yang sulit dijangkau.

Melalui kelas virtual, siswa dapat memperoleh materi pembelajaran dari tenaga pengajar yang kompeten tanpa harus terkendala jarak. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang tengah dijalankan Pemprov Kalteng.

Baca Juga  Kapal Wisata Isen Mulang Diresmikan, Dorong Potensi Sungai Kahayan Jadi Destinasi Andalan

“Masih banyak sekolah di pelosok dan di pedalaman yang belum memiliki guru bahasa asing. Karena itu kami memanfaatkan teknologi agar seluruh siswa bisa mendapatkan akses pembelajaran yang sama. Tujuannya agar anak-anak Kalteng memiliki kemampuan dan daya saing yang lebih baik di masa depan,” ujar Reza.

Pada tahap awal pelaksanaannya, program tersebut menyediakan lima bahasa asing, yakni Bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Prancis.

Tingginya minat peserta didik kemudian mendorong Disdik Kalteng untuk memperluas pilihan pembelajaran dengan menambahkan Bahasa Korea dan Mandarin pada awal 2026.

Saat ini, tujuh bahasa asing dapat dipelajari siswa secara terjadwal melalui sistem daring. Program itu menjadi salah satu terobosan pendidikan yang tidak hanya memberikan pengetahuan tambahan, tetapi juga membantu peserta didik membangun kemampuan komunikasi lintas budaya dan memperluas wawasan internasional.

Menurut Reza, kemampuan berbahasa asing merupakan salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan di era modern.

Selain membuka peluang pendidikan yang lebih luas, penguasaan bahasa juga dapat meningkatkan daya saing lulusan ketika memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Kami ingin lulusan Kalteng memiliki keunggulan kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Karena itu program pembelajaran bahasa asing ini kami hadirkan sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang berorientasi pada masa depan,” katanya.

Baca Juga  Fairid Tekankan Nasionalisme Saat Kukuhkan Paskibraka Palangka Raya

Program pembelajaran bahasa asing yang dijalankan Disdik Kalteng juga menjadi bukti bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan zaman.

Dengan dukungan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, berbagai program peningkatan kualitas pendidikan terus diperkuat agar peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di tingkat global.

Kehadiran pembelajaran Bahasa Prancis sejak 2025 menjadi salah satu bentuk kesiapan Kalteng dalam mendukung penguatan kompetensi generasi muda menghadapi masa depan yang semakin terbuka dan terhubung secara internasional. (adv)

+ posts