Komisi II DPRD Kalteng Dorong Optimalisasi Pertanian Masyarakat
Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sengkon.
PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sengkon, mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius mengembangkan sektor pertanian masyarakat sebagai bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, pertanian yang dikelola oleh masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan.
Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan yang berkelanjutan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Untuk memperkuat ketahanan pangan, sektor pertanian masyarakat harus benar-benar diperhatikan. Banyak pertanian milik masyarakat yang sebenarnya mampu membantu pemerintah dalam menyediakan pangan,” kata Sengkon, Senin (16/3/2026).
Ia menilai, Kalteng memiliki potensi besar di sektor pertanian karena didukung oleh ketersediaan lahan yang luas serta sumber daya alam yang melimpah.
Jika dikelola dengan baik dan didukung kebijakan yang tepat, sektor ini dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung kemandirian pangan daerah.
Selain itu, Sengkon juga menegaskan dukungannya terhadap upaya menjadikan Kalteng sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Namun menurutnya, pencapaian target tersebut harus diiringi dengan penguatan sektor pertanian rakyat, termasuk pemberdayaan petani lokal.
“Apalagi Kalteng memiliki keinginan menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Tentu kita mendukung hal itu, tetapi sektor pertanian harus mendapat fokus perhatian dalam pengembangannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, bentuk dukungan yang diperlukan antara lain peningkatan sarana dan prasarana pertanian, penyediaan bibit unggul, pendampingan teknis kepada petani, hingga kemudahan akses terhadap permodalan serta teknologi pertanian.
Sengkon berharap, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat agar pengembangan sektor pertanian berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pangan serta kesejahteraan petani di Kalteng.
“Baik melalui program pemerintah maupun yang dimiliki masyarakat, pengembangan sektor pertanian harus berjalan beriringan. Dengan begitu, ketahanan pangan daerah dapat semakin kuat dan kesejahteraan petani juga meningkat,” pungkasnya. (dam)