Bahas 81 Persen Kawasan Hutan, Agustiar Sabran Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan di Kalteng
Sebarkan artikel ini
JAKARTA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (4/2/2026), guna memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam pengelolaan sumber daya alam serta pembangunan berkelanjutan.
Dalam agenda tersebut, Agustiar bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng diterima langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang didampingi Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki.
Pertemuan membahas sejumlah isu strategis, di antaranya tata ruang wilayah, pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), hingga dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional.
Agustiar menjelaskan bahwa struktur tata ruang Kalteng memiliki karakteristik khusus karena sekitar 81 persen wilayahnya merupakan kawasan hutan.
Sementara itu, 19 persen sisanya merupakan Area Penggunaan Lain (APL) yang berfungsi sebagai zona penyangga kawasan hutan.
“Dengan kondisi sekarang, tata ruang Provinsi Kalteng kurang lebih 81 persen adalah kawasan hutan, maka sisanya yang 19 persen APL adalah zona penyangga,” kata Agustiar.
Ia menilai kondisi tersebut memerlukan kebijakan yang adaptif, terutama dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran.
APL sebagai buffer zone, menurutnya, memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung aktivitas pembangunan.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah optimalisasi penggunaan Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) untuk mendukung infrastruktur penunjang lingkungan.
Selain itu, normalisasi sungai menjadi perhatian sebagai bagian dari penguatan tata kelola air, guna mencegah banjir pada musim hujan dan menjaga kelembapan lahan gambut saat musim kemarau sebagai langkah pencegahan Karhutla.
Di sisi lain, Agustiar juga menegaskan komitmen Kalteng dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.
Ia menyatakan kesiapan daerah untuk mendukung mandat pemerintah pusat, termasuk arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar Kalteng berkontribusi sebagai salah satu wilayah strategis penopang pangan nasional.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyambut baik paparan dan usulan yang disampaikan.
Kementerian, kata dia, siap mendukung langkah strategis daerah sepanjang tetap sejalan dengan prinsip pelestarian hutan dan keberlanjutan lingkungan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas pemerintahan, agar pengelolaan hutan, pengendalian Karhutla, serta pembangunan ekonomi dan lingkungan di Kalteng dapat berjalan secara terpadu dan berkesinambungan. (red/adv)